Tak Tahu Penyakit Apa Balita Ini Hanya Bisa Merintih

Image: Tak Tahu Penyakit Apa Balita Ini Hanya Bisa Merintih

RADARINDO.co.id-Aceh Tamiang:
Rasa pilu Mungkin ini adalah sepenggal kalimat yang dirasakan keluarga Feri Yulianto 40, warga Kampung Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Berbalut kesedihan itu tidak dapat dibendungnya akibat kondisi anak ketiganya Hanan Maulana berusia 2 tahun kini hanya bisa merintih kesakitan saat penyakit dideranya itu kumat.

Hanan Maulana balita berkulit putih tampak kurang ceria seperti balita – balita lain seusianya. Tak ayal kondisi sakit bagian dalam tubuhnya yang kini belum diketahui pasti jenis penyakitnya itu, membuat Hanan Maulana harus selalu berada dalam pelukan ibunda. Apalagi saat sakitnya mulai kumat Hanan Mualana hanya bisa menangis.
Mirisnya, penyakit balita Hanan Maulana ini belum terdeteksi secara medis secara sempurna, termasuk pengobatannya.

Tentu ada faktornya. Salah satunya keterbatasan ekonomi orang tuanya yang merupakan salah satu bahagian dari warga kurang mampu di Kabupaten Aceh Tamiang, sehingga kondisi penyakit balita ini belum bisa tertangani medisnya secara maksimal.

Tidak banyak yang bisa dilakukan Feri Yulianto dan istrinya Nuraini,35, terhadap kondisi sakit yang diderita anak ketiga mereka ini. Apalagi pekerjaan Feri Yulianto sebagai buruh lepas dan pastinya masih serba kekurangan memenuhi kebutuhan hidup sehari–hari mereka, ditambah lagi biaya pendidikan kedua anaknya yakni Ibnu Nur Iman yang masih duudk di bangku kelas 2 SMPN 2 Sungai Liput serta Intan Kumalasari di bangku kelas lima sekolah dasar.

Nuraini, ibunda balita Hanan Maulana kepada wartawan Minggu (5/7) mengisahkan, setelah Ia lahir sempat berada dalam inkubator selama 21 hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang, sempat juga dirujuk ke rumah sakit Banda Aceh dan saat perawatan anaknya itu pernah mendapat kabar Hanan Maulan diduga mengalami sakit bagian paru-parunya tidak bisa berkembang.

Nuraini sembari menggendong anaknya dan juga mengelus bagian perut Hanan Maulana menyampaikan, pada saat perawatan di rumah sakit mendapat kabar juga kalau anaknya ini lemah tulang belakang dan pernah disebut dokter sakit epilepsi.

“Tapi kami tidak tahu harus berbuat apalagi, hanya bisa berserah diri pada Allah serta uluran tangan para dermawan,” ujarnya sedih.

Dari kondisi ekonomi dan hidup pas–pasan ini, tentunya keluarga balita Hanan Maulana secara tak langsung mengharapkan bantuan dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh maupun pihak lainnya, terutama menghadapi pengobatan Hanan Maulana dengan kondisi menyedihkan itu.(KRO/RD/WPD)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com