Now Loading

Areal Tanaman PTPN IV Jadi Tempat Pembuangan Sampah Masyarakat Tak Berizin

Image: Areal Tanaman PTPN IV Jadi Tempat Pembuangan Sampah Masyarakat Tak Berizin

RADARINDO.co.id-Sergai:
Baru-baru ini asisten personalia Kebun (APK) Junaidi Abdillah Nasution, SH bersama asisten teknik Steven Panggabean di dampingi beberapa karyawan pelaksana dan pengamanan (BKO) PTPN IV Kebun Pabatu melakukan pemeriksaan di beberapa titik areal blok pertanaman kelapa sawit yang dijadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau Sampah limbah milik masyarakat secara sembarangan dan tidak mengantongi izin.


Hal ini menindaklanjuti laporan masyarakat yang peduli lingkungan dan ternyata memang benar ada beberapa titik areal pertanaman kelapa sawit Kebun Pabatu yang berbatasan dengan pemukiman masyarakat dijadikan tempat pembuangan sampah limbah rumah tangga masyarakat setempat.
Salah satu titik berlokasi di perbatasan dengan desa Naga Kesiangan di tengah-tengah Kebun Pabatu sepanjang di Jalinsum Tebing Tinggi – Pematang Siantar, masyarakat yang tinggal di pinggir jalan membuang limbah rumah tangganya di areal kebun sepanjang pinggir jalan raya.


Sementara itu, hasil wawancara RADARINDO.co.id GROUP KORAN RARAR dengan Junaidi Abdillah selaku APK disampaikan bahwa perlakuan masyarakat membuang sampah secara sembarangan dan tanpa izin di areal Kebun Pabatu jelas tidak dapat dibenarkan dan tidak pantas serta dapat menyebabkan terjadi pencemaran lingkungan yang tidak saja dirasakan oleh karyawan tetapi juga oleh masyarakat luas apalagi tempat pembuangan sampah berada di sepanjang jalan lintas menuju ke salah satu destinasi wisata Sumatera Utara yaitu Danau Toba.
Pihak PTPN IV Kebun Pabatu dalam hal ini Manejer Kebun melalui APK telah memberikan himbauan dan mengharapkan kerjasama dengan instansi terkait termasuk pihak Pemerintahan Desa dan Kecamatan untuk lebih peduli terhadap lingkungan bersih sebab biarpun tempat pembuangan sampah itu berada di areal Kebun tetapi lokasi itu merupakan Jalur Lintas Sumatera menuju destinasi wisata kebanggaan seluruh masyarakat Sumatera Utara.
Kondisi serupa juga ditemukan di areal PTPN IV Afd V Kebun Dolok Ilir yang berbatasan dengan Nagori Aman Sari. Sangat tidak pantas masyarakat buang sampahnya di areal kebun yg produktif.
Selain dapat berdampak terjadinya pencemaran lingkungan kondisi tersebut juga sangat mengganggu aktifitas kerja karyawan.
Ditambahkan Junaidi Abdillah bahwa pihak PTPN IV umumnya dan Kebun Pabatu khususnya sangat peduli terhadap lingkungan apalagi saat ini pihak Direksi tengah menggalakan Gerakan Cinta Kebun yang mana pada intinya manajemen berupaya melalui usaha gotong royong seluruh karyawan untuk menciptakan areal yang bersih dan asri.
Selaku APK yang baru mutasi dari Kebun Dolok Ilir ke Kebun Pabatu tentunya saya mewakili Manajemen PTPN IV di kedua Kebun tersebut sangat berharap kepada Pangulu Nagori Aman Sari yang berbatasan dengan areal Afd V Kebun Dolok Ilir dan Kepala Desa Naga Kesiangan untuk dapat menghimbau dan mengajak masyarakatnya agar tidak membuang sampah secara sembarangan apalagi di areal Kebun.
Mari sama-sama kita menjaga lingkungan yang bersih dan hidup berdampingan antara masyarakat Kebun dengan masyarakat sekitar secara harmonis. Keberadaan PTPN IV tentunya diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar tetapi tetap ada aturan-aturan yang berlaku di masing-masing pihak.
Mari kita saling menjaga dan melaksanakan aturan-aturan tersebut serta saling menghormati antara kedua belah pihak demi kepentingan bersama dan Negara yang kita cintai.
Kami juga sering mendapat teguran dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pemerintahan Kabupaten terhadap keberadaan pedagang yang menempati areal Kebun di sepanjang Jalinsum. Kami seakan-akan menjadi korban padahal pihak Kebun tidak pernah memberikan izin bahkan telah berupaya melarang para pedagang untuk tidak berjualan.
Tentu perlu kerjasama yang terintegrasi dan sungguh-sungguh antara semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang bersih, asri dan nyaman di areal Kebun sepanjang Jalinsum sebab ini kepentingan kita bersama. Demikian ditegaskan Junaidi Adillah mengakhiri perbicangan. (KRO/RD/SS).

www.radarindo.co.id
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com