17 Warga Sicanang Belawan Penderita Kusta Butuh Perhatian Pemprov Sumut

Image: 17 Warga Sicanang Belawan Penderita Kusta Butuh Perhatian Pemprov Sumut

RADARINDO.co.id-Belawan: Gubernur provinsi Sumatera Utara, Edy Rahmayadi diminta memberikan bantuan medis, termasuk obat obatan kepada 17 warga Sicanang Belawan penderita kusta. Warga terinfeksi penyakit kusta itu mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah. Warga penderita kusta terpaksa pergi berobat ke Puskusmas dan matri dengan biaya sendiri.

Padahal penyakit kusta sudah menjadi salah satu penyakit menakutkan. Sebab jika dibiarkan virus kusta bisa menular pada warga lain. Warga penderita kusta menuding Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belum memberikan bantuan obat untuk penyakit kusta.

Demikian diungkapkan warga Sicanang Belawan, kepada RADARINDO.co.id Jumat (29/05/2020).
Warga yang terkena kusta sekeluarga itu mengaku, pemerintah kota Medan maupun pemerintah provinsi Sumut kurang memberi perhatian pada warga korban kusta.

Akibatnya warga diluar komplek warga Sicangan Belawan ikut tertular kuman Kusta. Sebelumnya, hasil investigasi RADARINDO.co.id dilapangan berhasil menemui warga terinfeksi kusta yang tinggal diluar komplek Kusta sebanyak 17 orang warga tetangga komplek Kusta terkena kuman Kusta. Mereka membutuhkan perhatian Pemprov Sumut.

“Sebanyak 17 warga disini sudah terjangkit Kusta dibawaj usia 14 tahun”, ucap Safran dengan nada sedih. Safran yang juga dahulu pernah mengabdi di RSU Kusta dan juga merupakan putra daerah Sicanang.
“Korban penularan penyakit kusta terjadi pada anak saya Putri, 12 tahun. Anaku terkena kusta akibat tertular. Karena tidak ada bantuan pemberian obat secara rutin oleh pihak medis dari RSU Kusta”, katanya lagi.

Lebihlanjut dijelaskan, ketika dahulu ia masih aktif di RSU Kusta warga di seputaran komplek Kusta diberikan Pil Anti Kusta.

“Sekarang sejak diambil alih oleh Dinas Sosial Provinsi pil anti kusta itu tidak pernah kita dapatkan lagi”, ungkapnya sedih. Sejak Dinas Sosial mengambilalih fungsi kinerja RSU Kusta, warga ada yang mulai terjangkit kuman Kusta,” tambah Safran dengan sedih.

17 Warga Sicanang Belawan minta Pemprovsu jangan “Tutup Mata”. Provinsi Sumatera Utara belum memberikan bantuan obat untuk penyakit kusta. Akibatnya agar diluar komplek ikut tertular kuman kusta.

Sementara itu, kalau melihat gedung RSU Kusta ini kini seolah berubah fungsi. “Harapan kami pak Edy Rahmayadi segera memberi perhatian bagi warga Kelurahan Belawan Sicanang”, ujarnya.

Warga kembali menjelaskan gedung RSU Kusta ini dibangun pada tahun 1982 Dan mulai beroperasi pada tahun 1983. “Namun umurnya tidak lama tepatnya tahun 2013 RSU berubah fungsi mirip “rumah hantu”.

Fungsi pengurusan terhadap warga komplek Kusta Sicanang digantikan oleh Dinas Sosial mulailah wabah atau kuman menyerang Warga sekitar.

Tahun 2013 hanya hitungan bulan RSU Kusta tutup langsung 2 oràng warga Sicanang terkena kuman Kusta. Korban setiap tahunnya terus bertambah, sampai sekarang berjumlah 17 orang yang terdampak kusta, tutur Safran Sedih.

Bersamaan hal itu, Sukinah warga komplek Kusta, mengakui sejak pengurusan diambil alih dengan Dinas Sosial pembagian jatah beras dan sayur mayur tetap Ada. Tapi sebenarnya bukan itu yang paling utama, melainkan kesehatan kami maunya.

“Dahulu kami berobat ke RSU Kusta gratis. Yah memang pun sekarang gratis tapi ke Puskesmas.
Bagaimana rasa bapak, kalau kami berbaur dengan warga yang sehat berobat ke Puskesmas. Disamping itu walaupun rasa malu ada pada kita terpaksalah kita upayakan hilangkan demi untuk berobat, tàpi tidak pernah sembuh. Akhirnya terpaksalah Kita manggil mantri semacam bidan lah untuk menyuntik kami.

Sakinah dengan cara memanggil Mantri barulah ada perubahan pada penyakit Kusta kami ini.
Yang namanya Mantri ini kan swasta bukan rujukan pemerintah, yah kita dikenakan biaya per orang kalau disuntik Rp40 ribu sampai Rp50 ribu tergantung obat yang diberikan, tàmbah Sakinah sedih seraya memperlihatkan 10 jarinya sudah habis karena Kusta.

Sementara itu, Lurah Belawan Sicanang Zulkifli menanggapi, “Kalau untuk kami dari Kelurahan tidak ada mengurusi penyakit mereka itu kan ada UPT Dinas Sosial Provinsi yang kantornya juga ada disitu”, ujar Lurah Sicanang.

Kami hanya melayanani pelayanan misalnya Pengurusan KK, KTP kalau ada bantuan dari Pemerintah dan swasta barulah kita dilibatkan. Disinggung seberapa luas Dan jumlah penduduk komplek Kusta Sicanang, penduduk berkisar 130 KK. Sedangkan luas menurut dokumentasi , luas komplek termasuk rumah sakit dan perumahan dokter serta pegawainya itu 25 ha pemiliknya pemerintah Provinsi termasuk kantor Lurah saya ini tanah Komplek Kusta, akhiri Zulkifli. (KRO/RD/A.ru/Jumadi)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com