Pukat Harimau Bebas Gentanyangan Dipengairan Belawan

Pukat Harimau Bebas Gentanyangan Dipengairan Belawan

RADARINDO.co.id. Belawan: Meskipun pukat harimau sudah dilarang pemerintah melalui Dinas Kelautan Provinsi Sumut, namun kenyataannya Masih Gentanyangan di perairan Belawan. Akibat Masih beroperasinya pukat Harimau ini bukan saja pendapatan nelayan tradisional terdàmpak , malah ekosistem laut juga rusak dan terganggu.
Demikian dikatakan sumber yang tidak mau disebutkan namanya pada RADARINDO.co.id Minggu (01/06/20).

Diakui sumber yang pernah ikut melaut mengambil ikan dengan kapal nelayan pukat Harimau , sangat mengerikan, ikan hasil dari tangkapan pukat Harimau jangankan anak ikan cucunya ikan ikut terjaring. Pastaslah hal ini pemerintah melarang pukat Harimau beroperasi, ungkapnya lagi.

Disamping habitat karang yang ada di dasar laut ikut terangkat dan rusak. Dengan beroperasinya pukat Harimau ini dampat kenelayan tradisional jelas sekali. Terutama kepenghasilan dan ke regenerasi ikan. Kalau dibanding lagi dari segi peralatan maupun sarana transportasinya. Banyangkan ajalah mereka pakai kapal Dan menggunakan pukat Harimau, sementara nelayan tradisional pakai sampan/bot hanya jaring biasa, tambah sumber.

Jam Operasi mereka, dimalam Hari sekira pukul 00.00 Wib . Sore Kita ditelepon disuruh kumpul di Gabion , Begitu pukul 00 Wib Kita berangkat melaut. Pulangnya juga malam hari, kalau hasil banyak bisa besok malam. Tapi kalau hasil belum memenuhi standard yah Lusa malam lah. Kesimpulanya pergi malam hari pulangnya hàrus malam Hari.

Suasana kerja ini sengaja diciptakan untuk menghindari para nelayan dan orang awam. Yang menjadi tanda tànya kok Masih bebesnya pukat Harimau ini beroperasi. Padahal di Gabion Belawan ini banyak asosiasi nelayan bahkan Diroktorat jenderal Kelautan Ada berkantor di gabion Belawan ini.Belum lagi aparat pengontrol dari Airut, lantamal, marinir semuanya ini berkantor di komplek Gabion, rasanya semuanya tutup mata. “Banyak aparat ‘kutuh kupret’ disini. Terima storan diam,” ujar kritik sumber. (KRD/RD A.Aru/Jumadi).

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com