Gara-gara Beberapa Gelas Kopi, Dua Massa Ormas Terlibat Bentrok

Gara-gara Beberapa Gelas Kopi, Dua Massa Ormas Terlibat Bentrok

RADARINDO.co.id – Jakarta : Dua kelompok massa organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP) dengan ormas Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terlibat aksi bentrok di Jalan I Gusti Ngurahrai, Kranji, Bekasi Barat, Kamis (21/5) kemarin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menuturkan bahwa aksi bentrokan antar kedua ormas tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, ketika Toto, sang pemilik warung kopi di Bintara, Bekasi meminta ormas PP untuk membayar enam gelas kopi yang dipesan.

Yusri menjelaskan, ormas PP memang sudah biasa memesan minuman di kedai Toto. Kendati demikian, ormas PP tidak pernah membayar minuman yang mereka pesan di warung kopi tersebut.

“Setiap malam anggota Pemuda Pancasila yang selalu di pos selalu pesan enam gelas tapi tidak mau membayar,” kata Yusri dalam keterangan tertulisnya, dilansir dari Kompas.com, Jum’at (22/5).

Toto mengaku saat ini keadaan warung kopi miliknya sepi pengunjung, karena warga memilih untuk berdiam diri di rumah guna menghindari kerumunan.

Oleh sebab itu, ia memberanikan diri untuk menagih bayaran kepada ormas PP. Namun naas,Toto malah menerima tendangan yang dilayangkan oleh Iwan, salah satu anggota ormas PP.

Sebelum terjadi aksi baku hantam, Toto memang sempat beradu mulut dengan Iwan. Merasa tak terima atas aksi yang dilakukan Iwan, Toto pun membalas melawan dengan membanting tubuh Iwan. Akibatnya, Iwan mengalami luka di bagian kepala.

Melihat temannya terluka, anggota ormas PP lantas tak tinggal diam. Sebanyak tiga anggota ormas PP dilaporkan langsung mengeroyok Toto di tempat kejadian perkara. Selama pengeroyokan tersebut, anggota ormas PP sempat melontarkan kalimat menantang kepada organisasi silat PHST.

Hingga saat ini masih belum jelas, apa alasan dibalik kalimat provokatif yang disuarakan oleh ormas PP. Kejadian pun berakhir pada pukul 03.00 WIB, ketika Toto dengan ormas PP sepakat untuk melakukan mediasi dan berdamai.

“Pada pukul 03.00 WIB dilaksanakan mediasi dan perdamaian oleh kedua belah pihak dengan menandatangani surat perdamaian dan dokumentasi,” lanjut Yusri.

Peristiwa yang berangsur tenang, kemudian kembali rusuh pada pukul 15.00 WIB, ketika ormas PSHT mendatangi tempat kejadian untuk membalas tantangan ormas PP.

Kejadian pun memuncak pada pukul 18.00 WIB, ketika ormas PP dan ormas PSHT terlibat aksi lempar pada Jalan I Gusti Ngurahrai. Akibatnya, empat buah unit kendaraan roda dua milik salah satu ormas dilaporkan terbakar. (KRO/RD/Komp)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com