Nyonya Kades Jadi Tersangka Kasus Pemerasan Dana BST

Nyonya Kades Jadi Tersangka Kasus Pemerasan Dana BST

RADARINDO.co.id – Dairi : Pihak kepolisian dari Polres Dairi menetapkan istri Kepala Desa (Kades) Buluduri Kecamatan Lae Parira, berinisial MS sebagai tersangka pemerasan dana bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia terhadap warga Desa Buluduri, Togu Sinaga (31) warga Dusun 1 Desa Buluduri penerima bantuan penanganan corona virus disiase 2019 (Covid-19).

Penetapan status tersangka terhadap MS hasil pengemban keterangan dari saksi korban, Togu Sinaga serta gelar perkara dilakukan penyidik, Sabtu (16/5) lalu.

Kapolres Dairi, AKBP Leonardo Simatupang melalui Kasubbag Humas, Iptu Donny Saleh menjelaskan, setelah melakukan proses penyidikan dan melakukan gelar perkara, penyidik menetapkan MS selaku istri Kades Buluduri Osaka Sihombing sebagai tersangka pemerasan dana Covid-19 terhadap warga Desa Buluduri.

MS sebagai tersangka dengan persangkaan turut serta melakukan atau menyuruh melakukan dan atau sengaja memberi bantuan untuk melakukan pemerasan sesuai pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.

Dalam pasal tersebut menyebutkan, mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan, serta pasal 56 ke 1 KUHPidana, mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan, papar Donny.

Donny menerangkan, dalam kasus pemerasan dana BST Covid-19 terhadap warga Desa Buluduri, penyidik telah menetapkan 2 tersangka setelah sebelumnya penyidik telah menetapkan EA (32), yang merupakan pengumpul uang suruhan istri Kades.

Kasus ini terungkap atas laporan pengaduan, Togu Sinaga tentang dugaan tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh EA. Dimana, pada saat dia mau mengambil dana bansos sebesar Rp600 ribu di Kantor Pos Parongil Kecamatan Silima Pungga-Pungga, kemudian EA mencegat korban dan mengatakan, uang bansos yang diterima harus diserahkan kepada EA atas suruhan istri Kades.

Korban mengaku diancam EA, jika korban tidak memberikan uang tersebut, maka nantinya akan ada masalah, ucap Donny menirukan pernyataan Togu Sinaga. Atas ancaman itu, korban pun menyerahkan semua uang yang baru diambilnya dari Kantor Pos Parongil, kepada EA.

Donny memaparkan, uang yang dirampas dari korban, Togu Sinaga dan penerima BST lainnya, akan dibagi rata sebesar Rp100 ribu per KK kepada warga yang tidak mendapat bantuan BST Covid-19 yang diduga diinisiasi tersangka MS.

Donny menyebut, dalam kasus ini, ada uang sebanyak Rp12,3 juta milik warga penerima BST dam masih disimpan penyidik. Sementara barangbukti uang sebesar Rp600ribu milik korban, Togu Sinaga ditetapkan penyidik sebagai badangbukti. (KRO/RD/SP)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com