Ratusan Cacing Mendadak Keluar dari Dalam Tanah, Masyarakat Kaitkan dengan Pesan Gaib

Image: Ratusan Cacing Mendadak Keluar dari Dalam Tanah, Masyarakat Kaitkan dengan Pesan Gaib

RADARINDO.co.id – JATENG : Ratusan cacing mendadak keluar dari dalam tanah di sejumlah daerah di Soloraya, Provinsi Jawa Tengah. Diantaranya terjadi di wilayah Kecamatan Jebres-Kota Solo dan Kecamatan Jatinom-Kabupaten Klaten.

Dilansir dari Okezone, Senin (20/4), fenomena ini sempat menggegerkan warga. Cacing-cacing itu keluar pada pagi hari yang dimulai pada Jum’at lalu, kemudian merayap ke permukaan tanah sebelum akhirnya mati. Ada juga cacing yang kembali ke dalam tanah.

“Awalnya tidak banyak, mungkin puluhan. Tapi menurut saya aneh sekali, karena tidak biasa. Sebagian saya sapu ke bawah pohon mangga, sebagian lagi mati. Menjelang siang, cacing-cacing itu sudah tidak ada. Sebenarnya tidak masalah, tapi anak-anak jijik karena merayap ke mana-mana. Daripada mereka heboh, saya bersihkan saja,” kata Riri Anwari, warga Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres.

Fenomena serupa juga muncul di Pasar Gede Solo pada Sabtu lalu sekitar pukul 05.30 WIB. Ratusan cacing itu keluar dari tanah di taman sebelah utara Pasar Gede Solo lalu merayap hingga trotoar.

“Kalau dikumpulkan bisa satu ember kecil penuh. Saat saya lihat, langsung saya bersihkan, karena takut pembeli jadi tidak nyaman, karena saya jualan bakso,” ungkap Marsono Hadiwiyono, salah seorang pedagang.

Marsono membersihkan cacing-cacing itu hingga pukul 08.00 WIB, namun masih keluar lagi beberapa ekor, tidak sebanyak sebelumnya. Fenomena munculnya ratusan cacing tanah di dua pasar tradisional di Kota Solo, Pasar Gede dan Nusukan, ditengah pandemi Corona, langsung dikaitkan masyarakat setempat dengan pesan gaib yang memang sengaja dikirimkan sang maha pencipta pada manusia.

Marsono, pemilik warung bakso Juventus di Pasar Gede mengaku percaya akan adannya pesan tersembunyi yang disampaikan dengan keluarnya ratusan cacing dari dalam tanah.

“Saya yakin, ini tak sekedar panas di dalam tanah yang membuat cacing-cacing ini keluar dalam jumlah cukup banyak. Tapi ada pesan dari sang maha pencipta untuk manusia dengan kemunculan cacing ini,” papar Marsono.

Apalagi, ungkap Marsono, keluarnya cacing tanah dalam jumlah banyak ini, baru pertama terjadi. Pasalnya, sepengetahuan dirinya selama berjualan di Pasar Gede, dirinya belum pernah mendengar cerita apapun tentang keluarnya cacing tanah seperti yang terjadi diakhir pekan itu.

“Sejak orangtua saya terus tak lanjutkan, udah 40 tahun berjualan di pasar gede, ini baru pertama kali terjadi. Jumlahnya (cacing tanah) cukup banyak, bikin merinding siapa saja yang melihatnya,”ujar Marsono.

Fenomena munculnya ribuan cacing di Soloraya menimbulkan banyak spekulasi. Salah satunya disebut akibat penyemprotan disinfektan yang belakangan kerap dilakukan untuk mencegah penularan virus corona.

Namun, Pakar Lingkungan Hidup dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prabang Setyono, meyakini fenomena cacing itu tidak terkait semprotan disinfektan.

“Penyemprotan disinfektan itu enggak seperti air yang disiram ke tanah, kemudian cacingnya muncul. Daerah saya juga. Tapi ini kejadiannya di banyak tempat, masif. Tahun-tahun sebelumnya enggak seperti ini. Artinya, ada anomali,” jelas Prabang.

Kendati demikian, Prabang mengakui fenomena cacing di Soloraya ini agak aneh. Dirinya tidak menampik kemungkinan ada dinamika di bawah kerak bumi yang terkait dengan fenomena ini.

Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengatakan bila berbicara tentang fenomena suhu panas, hampir semua wilayah di bumi akan sama.

Kepala BMKG Yogyakarta, Warjono mengungkapkan, hanya wilayah dekat dengan Gunung berapi yang tengah erupsi yang bisa memicu keluarnya cacing atau binatang lainnya dari dalam tanah.

“Sebenarnya BMKG itu tidak bisa berbicara tentang perilaku hewan. Tapi kalau berbicara panas di dalam bumi, itu biasannya semua wilayah akan sama. Dan biasannya wilayah dekat dengan pegunungan yang tengah erupsi ini memicu keluarnya hewan dari dalam tanah,” paparnya.

Sedangkan keluarnya cacing dari dalam tanah seperti yang terjadi di Solo, ungkap Warjono, kemungkinan dipicu karena adannya perubahan arah angin dari arah timur menuju barat.

Perubahan inilah yang memicu air di dalam tanah menjadi panas. Dan memanasnya air di dalam tanah inilah yang menyebabkan cacing-cacing tanah ini keluar semua ke permukaan tanah karena tak kuat dengan air di dalam tanah yang memanas. (KRO/RD/Okz)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com