Kembali Berulah Nikahi Bocah 7 Tahun, Syekh Puji Terancam Dikebiri

Kembali Berulah Nikahi Bocah 7 Tahun, Syekh Puji Terancam Dikebiri

RADARINDO.co.id – JAKARTA : Ditengah mewabahnya virus corona (Covid-19), yang melanda berbagai Negara dibelahan dunia, salah satunya Indonesia, Syekh Puji malah bikin heboh masyakarat tanah air.

Pasalnya, pria yang memiliki nama asli Purnomo Cahyo Widianto itu, kembali berulah dengan menikahi seorang bocah wanita berinisial D yang masih berusia 7 tahun.

Terkait hal itu, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, angkat bicara dan membenarkan hal itu. Menurutnya, Syekh Puji dilaporkan ke polisi lantaran telah menikahi seorang berusia 7 tahun.

Arist menjelaskan, pria berusia 54 tahun yang memimpin Pondok Pesanteren Miftahul Jannah di Semarang itu, terancam hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun. Bahkan katanya, bisa terancam mendapatkan tambahan hukuman berupa tindakan kebiri lewat suntik kimia dan pemasangan alat pedenteksi elektronik.

“Syekh Puji sebelumnya pernah melakukan hal serupa kepada santri berusia 12 tahun beberapa tahun lalu, dan sudah dapat dikategorikan bahwa Syekh Puji merupakan residivis seksual anak,” ungkap Arist melalui pesan singkatnya, Kamis (2/4), dikutip dari jpnn.com.

Arist memastikan, pihak penyidik Direskrimum Polda Jateng telah mendapat laporan terkait kasus itu. Menurutnya, dalam waktu dekat ini, pihak penyidik Direskrimum Polda Jateng didampingi Tim Khusus Komnas Perlindungan Anak perwakilan Jawa Tengah di Semarang bakal menangkap dan menahan Syekh Puji

“Saya percaya itu, sebab apa yang diduga dilakukan Syekh Puji terhadap terduga santrinya merupakan kejahatan seksual luar biasa dan harus ditangani dengan cara luar bisa pula,” tegasnya.

Hal itu ungkapnya, merujuk pada pasal 81 sebagaimana dimaksud pasal 76D ayat (4) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penerapan Perpu Nomor : 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor : 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Artinya, Syekh Puji yang berjanggut panjang pakaian serba putih itu dapat dikenakan tambahan pidana sepertiga dari ketentuan pidana pokoknya. Itu berarti Syekh Puji dapat dikenakan hukuman pidana penjara seumur hidup dan bahkan bisa mendapatkan tambahan berupa tindakan kebiri lewat suntik kimia dan pemasangan alat pedenteksi elektronik,” ungkap Arist. (KRO/RD/Jpnn)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com