Viral, Keluarga Nekat Bongkar Plastik Jenazah Pasien Berstatus PDP Corona

Viral, Keluarga Nekat Bongkar Plastik Jenazah Pasien Berstatus PDP Corona

RADARINDO.co.id – SULTRA : Sebuah video yang menayangkan anggota keluarga dan pelayat membongkar jenazah seorang perempuan yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), viral di media sosial.

Perempuan berusia 34 tahun itu dinyatakan meninggal dunia di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (23/3) lalu sekitar pukul 11.00 Wita

Jika hasil tes laboratorium menunjukkan pasien yang meninggal itu positif Covid-19, maka petugas menghimbau keluarga dan pelayat yang turut membongkar jenazah, harus jalani isolasi dan cek kesehatan.

Menurut dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Komisaris Pol dr Mauluddin, prosedur yang dilakukan pihak RSUD Bahteramas sudah sesuai standar penanganan jenazah infeksi corona, yaitu membungkus jenazah dengan pakaiannya, mengkafaninya lalu dibungkus plastik kedap.

“Maksudnya supaya kuman ataupun cairan tubuh tidak berpindah ke orang lain. Sehingga diharapkan memang, pada saat penyerahan jenazah ini, keluarga tidak membuka lagi bungkus dari jenazah tersebut,” ungkap dr Mauluddin, dikutip dari Kompas.com, Jum’at (27/3).

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dr Rabiul Awal menjelaskan, pihaknya masih menunggu hasil uji swab yang telah dikirim ke Laboratorium Litbang Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Dirinya meminta masyarakat agar jangan berspekulasi terkait status warga Kolaka yang dinyatakan meninggal setelah diisolasi selama 3 hari di RSUD Bahteramas Sultra itu.

“Belum positif Corona. Jadi, dia statusnya suspect corona atau terminologinya sekarang PDP. Korban sudah di-swab, hari Selasa lalu dikirim ke Jakarta, kami menunggu hasilnya tiga sampai lima hari keluar,” kata dr Wayong, saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menurutnya, akan sangat beresiko jika pasien yang meninggal itu positif terinfeksi Covid-19. Sebab, jika demikian, baik keluarga maupun warga yang melayat secara otomatis langsung masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan wajib mengisolasi diri di rumah.

“Kalau positif, masuk kategori ODP, isolasi diri, utamanya yang kontak langsung. Jadi, sudah koordinasi antara Dinkes Kabupaten Kolaka maupun Provinsi untuk melakukan pendataan atau mencari warga yang datang melayat,” tegasnya. (KRO/RD/Komp)

 

 

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com