Gagahi Wanita Bersuami dan Anaknya Hingga Belasan Kali, Dukun Cabul Ini Diringkus Polisi

Gagahi Wanita Bersuami dan Anaknya Hingga Belasan Kali, Dukun Cabul Ini Diringkus Polisi

RADARINDO.co.id – TASIKMALAYA : Polisi melakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial UJ (55), di Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalya, atas kasus dugaan pencabulan terhadap dua orang korbannya, wanita bersuami berinisial B (38) dan anaknya M (14).

Pria yang mengaku sebagai dukun itu, sebenarnya sudah dianggap seperti keluarga oleh korban. Apalagi, rumah kontrakan pelaku dan korban sangat berdekatan.

Awalnya, UJ datang ke rumah B dalam rangka pengobatan. Hal itu dilakukan UJ saat suami B tidak ada di rumah. “Beberapa kali dilakukan di rumah B sendiri, ketika suaminya sedang ke luar rumah,” kata UJ di sela pemeriksaan oleh penyidik Unit Perindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, dikutip dari Tribunnews.com, Jum’at (27/3).

UJ mengaku, dirinya sesekali diundang makan bersama. “Sesekali juga makan bersama. Memang sudah seperti keluarga,” ujarnya.

Menurut Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Yusuf Ruhiman, tersangka UJ berhasil menggagahi kedua korban hingga belasan kali. Awalnya, anak B berinisial M mengalami sakit di bagian perut, dan kemudian berobat kepada dukun cabul tersebut. Hal itu terjadi pada bulan Januari lalu.

M mendatangi rumah kontrakan UJ ditemani oleh ibunya, B. Berharap saat datang berobat, sakitnya sembuh, namun justru M dicabuli oleh pelaku. UJ melancarkan akal bulusnya dengan mengatakan bahwa pencabulan itu merupakan bagian dari pengobatan.

Sebelum mencabuli M, ternyata UJ telah lebih dulu menggagahi B. UJ meminta B masuk kamar dan mengatakan akan memeriksa B yang memiliki penyakit di sekitar perutnya.

Di kamar tersebut, B pasrah dicabuli UJ lantaran takut penyakitnya tidak dapat disembuhkan. “Di kamar itu, UJ dengan akal bulusnya berhasil menggagahi B. Kemudian keduanya kembali ke ruang tengah. Tersangka UJ kemudian memeriksa M dan disuruh masuk kamar bersama tersangka. Aksi bejat itu pun kembali terjadi,” ujar Yusuf.

Menurut Yusuf, tersangka UJ berhasil menggagahi ibu dan anak itu dengan modus bahwa perbuatan bejat itu sebagai bagian dari tahapan pengobatan.

“Makanya kedua korban tidak bisa menolak. Selain itu juga takut terjadi apa-apa jika tidak memenuhi tahapan pengobatan itu. Karena tersangka terus mengeluarkan kata-kata memperdaya,” ujar Yusuf.

Yusuf mengatakan, perbuatan bejad UJ tidak hanya sekali itu saja. Namun telah dilakukannya berkali-kali. UJ meminta B dan M kembali datang ke rumahnya untuk pengobatan bertahap. Hal tersebut membuat B dan M merasa terjebak.

“Sehingga menurut pengakuan kedua korban, keduanya seperti sudah terjebak dalam tahapan pengobatan. Kalau tidak dilanjutkan, ada kekhawatiran tidak akan sembuh,” kata Yusuf.

B dan M takut untuk melapor ke polisi karena mengira UJ memiliki ilmu kebathinan. “Mereka juga akhirnya takut melapor ke polisi, karena menyangka tersangka UJ punya ilmu,” kata Yusuf.

Untung saja, kelakuan bejat UJ diketahui warga sekitar dan segera melaporkannya ke polisi. “Laporan itu kami tindaklanjuti, dan kedua korban, ibu dan anak ini, akhirnya berani melaporkan perbuatan UJ,” kata Yusuf.

Tersangka UJ sendiri sudah diamankan dan ditahan di Mapolres, Selasa (24/3) lalu. Hingga kini, petugas masih memeriksa tersangka untuk diproses secara hukum.

“Tersangka UJ langsung kami tahan, dan saat ini masih terus diperiksa untuk pengembangan,” ujar Kasatreskrim, sembari mengatakan bahwa untuk sementara pelaku dikenai UU perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. (KRO/RD/Trb)

 

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com