Tim Gabungan Berhasil Bongkar Jaringan Narkoba Asal Malaysia

Tim Gabungan Berhasil Bongkar Jaringan Narkoba Asal Malaysia

RADARINDO.co.id – LHOKSUMAWE : Tim Gabungan Bersinar terdiri BNN dan Bea Cukai Aceh berhasil membongkar jaringan narkoba asal Malaysia, dan mengamankan dua tersangka bersama barang bukti 12 Kg sabu di kediamannya di Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara.

Masing-masing tersangka yakni berinisial SY (28) dan MA (33) warga Kecamatan Seunuddon selaku bandar narkoba yang mengendalikan barang narkoba yang diimpor dari Malaysia melalui jalur perairan Aceh.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro, melalui siaran persnya, Rabu kemarin mengatakan, keberhasilan tim gabungan menangkap para pelaku tidak terlepas adanya bantuan informasi dari masyarakat.

Petugas yang mendapat informasi akan ada aktivitas pengiriman narkotika jenis sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur perairan Aceh (Seunuddon), selanjutnya menindaklanjuti dengan membagi tim menjadi dua yakni tim laut dan tim darat.

Tim membagi tugas melakukan patroli laut pada 22 Maret 2020, dengan menggunakan dua kapal patroli yakni BC 30004 kapal milik Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Tanjung Balai Karimun dan BC 15021 kapal milik Bea Cukai Kanwil Aceh.

Kedua kapal tersebut melakukan patroli di seputaran perairan yang diduga akan dilintasi oleh kapal yang menjadi target operasi. Karena tak kunjung melintas, petugas menduga kapal tersebut telah melewati jalur lain dan telah bersandar di pelabuhan tertentu.

Tim darat langsung bergerak menuju pesisir pantai sekitar Kecamatan Seunuddon. Namun tim tidak menemukan kapal target hingga menduga sasaran pinta rmengelabui petugas dan kemungkinan telah selesai bongkar muatan.

Kemudian, tim menghimpun segala informasi dari berbagai sumber, hingga tim mendapat titik terang keberadaan salah satu tersangka berinisial Sy di Kecamatan Seunuddon.

Petugas segera membekuk SY di kediamannya. Selanjutnya dilakukan pengembangan kasus hingga SY menunjukkan keberadaan MY selaku pengendali pasokan narkoba dari luar negeri.

Petugas selanjutnya melakukan penyisiran dan penggeledahan di rumah MY hingga berhasil menemukan barang bukti sebanyak 12 bungkus sabu atau sekitar 12 kg yang disembunyikan dengan cara ditimbun dalam jerigen warna biru lalu ditanam dalam tanah di kediaman MY.

12 kg sabu yang dikemas dalam bungkusan plastik bersegel tulisan China ditaksir nilainya mencapai senilai Rp18 miliar. Maka secara otomatis, keberhasilan ini setidaknya telah menyelamatkan lebih dari 24.000 anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka diancam dengan hukuman maksimal berupa hukuman mati sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (KRO/RD/WSP)

 

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com