Ditengah Wabah Corona, Acara HUT Garut Malah “Digoyang Erotis”

Ditengah Wabah Corona, Acara HUT Garut Malah “Digoyang Erotis”

RADARINDO.co.id – GARUT : Sebuah video yang menayangkan goyangan erotis sejumlah gadis pada acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-207, menuai kecaman. Selain karena dianggap tidak pantas, goyangan erotis itu diprotes karena dilakukan ditengah mewabahnya virus Corona.

Goyang erotis sejumlah gadis itu pertama kali ramai jadi perbincangan setelah sebuah video berdurasi 36 detik beredar lewat WhatsApp. Di video tersebut, terlihat sejumlah perempuan dengan menggunakan kaus dan celana pendek menampilkan tarian erotis diiringi musik dugem. Sejumlah pria tampak berada di sekitar mereka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ternyata goyang erotis tersebut terjadi Minggu (15/3) lalu di SOR Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul di acara Garut Culture Festival yang merupakan rangkaian kegiatan Hari Jadi Garut ke-207.

Beragam reaksi dan kecaman dilontarkan masyarakat terkait adanya kejadian ini, salah satunya Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Garut.

“KAMMI menyesalkan tarian erotis yang dilakukan di SOR Ciateul. Itu sangat jauh dari norma agama,” kata Ketua KAMMI Garut, Rian Abdul Azis, dilansir dari detikcom, Jum’at (20/3).

Menurut Rian, selain dianggap tidak etis, tari erotis ini dianggap tidak pantas dilakukan karena saat ini Indonesia tengah berjuang bersama-sama menghadapi wabah pandemi Corona.

“Bukannya bertaubat dikasih musibah adanya Corona, ini malah mengundang didatangkan musibah,” katanya, sembari menegaskan bahwa pihaknya sangat mengecam kejadian tersebut.

KAMMI menuntut agar panitia meminta maaf dan segera dipanggil pemerintah. “Jelas kami menuntut Pemkab Garut untuk memanggil panitia dan meminta panitia untuk meminta maaf kepada masyarakat,” tutup Rian.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, sangat berang atas kejadian ini. Helmi menyesalkan goyang erotis terjadi di dalam kegiatan Hari Jadi Garut. “Saya sangat menyayangkan kejadian tersebut. Kedepan, tidak boleh terjadi lagi,” kata Helmi, sembari menyatakan bahwa dirinya akan segera memanggil pihak panitia penyelenggara. (KRO/RD/Dtk)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com