Palsukan Stempel Milik Sejumlah Dinas, Anak Mantan Anggota DPRD Diciduk Polisi

Palsukan Stempel Milik Sejumlah Dinas, Anak Mantan Anggota DPRD Diciduk Polisi

RADARINDO.co.id – BEKASI : Riska Afriani, anak mantan anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang bekerja sebagai kontraktor, ditangkap pihak kepolisian Riska Afriani, di kediamannya Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Penangkapan Riska berkaitan dengan pemalsuan stempel milik sejumlah dinas di Pemerintah Kabupaten Bekasi. Tertangkapnya anak mantan anggota DPRD asal Partai Demokrat itu diketahui berawal dari beredarnya video penangkapan berdurasi 47 detik. Dalam video itu nampak beberapa anggota polisi berpakaian preman mendatangi kediaman Riska.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan membenarkan penangkapan tersebut. Kasus penangkapan tersebut terkait kasus dugaan pemalsuan berkas dan stempel pemerintah.

“Berdasarkan laporan, setelah ditelusuri, petugas Dirkrimsus Polda melakukan penggeledahan dan penangkapan,” katanya di Cikarang, dikutip dari jpnn.com, Jum’at (21/2).

Menurutnya, kasus dugaan pemalsuan ini langsung ditangani penyidik Polda Metro Jaya. Sementara untuk kasus dugaan korupsi yang terjadi di SMP Negeri 3 Karangbahagia ditangani Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi. “Yang pemalsuan ditangani kepolisian, untuk korupsinya ditangani kejaksaan,” ucapnya.

Sementara, Ketua RT 6/3, Desa Sukamahi Kinan, yang mengaku menyaksikan langsung penangkapan kontraktor bermasalah tersebut mengatakan bahwa Riska ditangkap pada Kamis kemarin sore hari.

Anggota kepolisian yang tidak mengenakan pakaian dinas saat itu meminta dirinya menjadi saksi penangkapan Riska beserta anak buahnya.

“Selama satu jam penangkapan itu. Semua anak buah Riska tampak diborgol dan Riska tidak diborgol lantaran terus melawan petugas. Mereka semua dibawa menggunakan dua mobil mewah menuju Polda Metro Jaya. Yang dibawa petugas sebanyak tujuh orang,” kata Kinan.

Selain para pelaku, petugas juga menyita satu buah koper yang berisikan stempel beserta dokumen. “Katanya stempel palsu. Stempel pemda ada, stempel desa juga ada. Pokoknya satu koper itu stempel diambil, pembukuan-pembukuan, itu di rumahnya masih penuh. Stempelnya puluhan, tiap desa hampir ada,” katanya. (KRO/RD/Jpnn)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com