Now Loading

PT. Kinra Pasang Portal Jalan Warga Lantosan Resah

Image: PT. Kinra Pasang Portal Jalan Warga Lantosan Resah

RADARINDO.co.id -Simalungun: Warga Huta II Lantosan, Nagori Gunung Bayu kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun, merasah resah akibat pemasangan portal jalan oleh PT. Kinra di Kawasan Ekonomi Kerakyatan (KEK) Sei Mangkei, yang menjadi akses terdekat warga yang hendak menuju kota perdagangan.Berdasarkan keterangan salah satu warga, sejak PT. Kinra membuat portal setinggi hampir 2 meter, warga tidak bisa lagi melintas menggunakan kendaraan roda empat di jalan tersebut.Padahal sebelumnya jalan itu menjadi akses terdekat warga huta II Lantosan mengangkut hasil bumi dan keperluan lainnya.Namun sejak di laksanakannya pembangunan kawasan ekonomi kerakyatan Sei Mangkei di lahan seluas 2002 hektar Hak Guna Usaha (HGU) PTPN III kebun dusun Hulu yang sudah di lakukan pembebasannya pada tahun 2009, jalan tersebut kerap berubah dan berpindah – pindah karena terkena lokasi pembangunan pabrik di areal tersebut.Kepada RADARINDO.co.id GROUP KORAN RADAR warga huta II lantosan Khaidir Nasution mengatakan: “Semula sebelum di bangun portal jalan oleh PT. Kinra, tidak ada masalah apa – apa bagi warga meskipun akses jalan telah berpindah – pindah, namun semenjak di pasang portal setinggi hampir 2 meter. Jika menggunakan kendaraan roda empat kami harus memutar lewat jalan lain yang jaraknya 3 kali lipat lebih jauh dari jalan ini,” ujar Khaidir.Setali tiga uang dengan Khaidir, Acol yang berprofesi sebagai agen ternak Lembu mengatakan, parah kali lah kawasan ini, aku harus mutar sana sini mencari jalan keluar untuk membawa lembuku keluar dari kampung ini, kan gak mungkin aku bawa lembu menggunakan kendaraan roda dua agar bisa lewat jalan itu, katanya kesal.Pangulu nagori Gunung Bayu, Zubeir Siddiq Sinaga menyampaikan memang saya lihat itu portal, kemarin masih sebelah, tapi sekarang kog dua – duanya, itu kan jalannya dua jalur, ujar Zubeir.”Sampai hari ini belum ada pemberitahuan sama sekali ke kita, mungkin karena merasa itu milik mereka kali ya,” ujarnya lagi.”Tapi ya memang berdirinya badan usaha di sekitar huta kita ini perlu di kaji ulang lagi bila tidak ada manfaatnya bagi warga setempat” katanya lagi.  “Berkembangnya kawasan ekonomi Kerakyatan atau KEK di Sei Mangkei ini ternyata tidak berdampak pada peningkatan ekonomi warga kita, bahkan untuk dapat mempekerjakan warga di pabrik aja susah kali,” papar Zubeir.Hingga berita ini di terbitkan, Windi, humas PT. Kinra Sei Mangkei belum bersedia menjawab saat di konfirmasi via sambungan seluler pribadi Hp. 0813 96241XXX.
(KRO/RD/D.SAMOSIR)

www.radarindo.co.id
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com