Viral, Papan Merk Mualaf Center Nias Pemerintah Gelar Pertemuan Tokoh Adat dan Agama

Viral, Papan Merk Mualaf Center Nias Pemerintah Gelar Pertemuan Tokoh Adat dan Agama

RADARINDO.co.id-NIAS:
Terkait dengan adanya merek Mualaf Center Nias, Al-Hidayah, Program Pembinaan Mualaf di Desa Lolozasai, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias yang sempat viral di media sosial (medsos) di Facebook selama ini. Pemerintah bersama tokoh masyarakat, adat dan agama mengdakan pertemuan untuk mengklarifikasi hal tersebut, yang berlangsung di Kantor Desa Lolozasai, Kamis (13/02/2020).
Tampak hadir pada pertemuan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nias, Camat Gido, Danramil 02/Gido, Kapolsek Gido, mewakili Kasat Intel Polres Nias, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Gido, para tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat. Beberapa hasil kesepakatan pada pertemuan yang dituangkan dalam berita acara antara lain:

1. Kegiatan pembinaan keagamaan di Mesjid Mualaf Al- Hidayah di lolozasai tetap dilanjutkan, karena kebebasan beragama telah dijamin oleh undang-undang

2. Agar setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan setiap umat beragama yang sifatnya bukan rutinitas keagamaan disetiap wilayah Kecamatan Gido Kabupaten Nias, agar di informasikan kepada Pemerintah tingkat Desa, dengan harapan Pemerintah Desa mengetahui informasi tersebut sehingga sebagai bentuk untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan

3. Agar instansi terkait dalam hal ini Diskominfo Nias dan Polres Nias bersama- sama memberikan informasi yang seluas-luasnya melalui media tentang informasi papan merk pembinaan Mualaf di Desa Lolozasai, serta postingan provokasi ini dapat dihapus dari media sosial, guna menangkal terjadinya benturan kerukunan umat beragama

4. Papan merk yang terpasang didepan rumah Eliadil Laoli dapat dipindahkan dilingkungan mesjid Mualaf Al- Hidayah Desa Lolozasai

5. Meminta kepada pihak keamanan dapat mengambil langkah dan tindakan hukum pada akun-akun bodong yang tidak bertanggung jawab yang bertujuan memecah belah kerukunan umat beragama di wilayah Kabupaten Nias dan kepada unsur Forkipimka bersama- sama memberikan informasi dan edaran terkait dengan pembinaan kerukunan umat beragama di Kabupaten Nias

Selanjutnya diperoleh informasi dalam berita acara tersebut antara lain:
1. Bahwa papan Merek Program Pembinaan Mualaf di wilayah Desa Lolozasai Kecamatan Gido Kabupaten Nias telah terpasang dirumah bapak Eliadil Laoli als A. Ucok, hal ini diawali dengan dimulainya pembangunan Mesjid Al- Hidayah di Desa Lolozasai Kecamatan Gido pada Tahun 2013, yang pada saat pembangunan telah di undang kepala Desa dan tokoh masyarakat di wilayah Desa Lolozasai Kecamatan Gido, dan pembangunannya selesai pada tahun 2017, serta telah dimulainya kegiatan rutin umat Islam yakni pengajian oleh 10 KK yang berada di wilayah Desa Lolozasai.

2. Bahkan pada tanggal 19 Desember 2019 ada undangan pertemuan di Mesjid Mualaf
Al Hidayah Lolozasai yang diundang oleh Ustadz Aziz Nasution yang menginformasikan akan ada kunjungan Ustadz Pimpinan Yayasan Al-Risalah yang berada di Medan, akan melakukan silahturahmi dan pembinaan terhadap para Mualaf berupa pelatihan
pengajian, bukan untuk mempengaruhi umat beragama lain untuk masuk agama Islam.
Pada pembinaan tersebut diserahkan Alquran, Iqro dan papan merek yang bertuliskan
“Mualaf Center Nias Al-Hidayah”, yang pesertanya sebanyak 10 orang yang berasal dari
Desa Somi, Desa Hiliweto dan Lolozasai diwilayah Kecamatan Gido. Program pembinaan
ini telah diinformasikan dan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Kepala Kantor
Kemetrian Agama yang berkedudukan di Gunungsitoli dan Pemerintah Desa Lolozasai.

3. Bahwa keberadaan umat muslim dan kegiatan Mesjid Mualaf Al-Hidayah Lolozasai
diwilayah Desa Lolozasi tidak pernah menggangu atau terjadi perselisihan keagamaan,
bahkan Pemerintah Desa Lolozasai telah memberikan dana stimulan dari APBDes TA2019 sebagai bentuk pembinaan kerukunan beragama.

4. Bahwa tokoh agama, tokoh masyarakat diwilayah Desa lolozasai menyatakan bahwa
kerukunan beragama di Desa Lolozasi telah terbina dengan baik dan tidak pernah terjadi
perselisihan antar umat beragama.
Sejumlah pihak mengakui kerukunan antar umat beragama di Nias telah lama terjalin dengan harnonis. Saling menghargai kepercayaan umat beragama. Sumatera Utara khususnya Nias sangat menjunjung tinggi adat istiadat dan toleransi beragama. “Teleransi antar umat beragama di Nias patut kita beri acungan jempol. Sejak dulu warga saling akur dan menghormati kepercayaan agama yang tinggi,” ujar Andre Waruhu salah satu pemuda Muslim asal Nias yang sudah lama tinggal dan menetap di Medan.
(KRO/RD/Trh)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com