Viral, Prajurit TNI Rebut Pistol Milik Anggota Polisi

Viral, Prajurit TNI Rebut Pistol Milik Anggota Polisi

RADARINDO.co.id – MAJENE : Sebuah video yang memperlihatkan seorang prajurit TNI merebut pistol milik anggota polisi, viral di media sosial Twitter. Video yang dibagikan oleh pemilik akun Twitter @hidayat_y28 itu, hingga kini telah dilihat lebih dari 446.000 kali.

“Anak ditilang bapak bertindak. Lulus test psikis utk pegang senpi jgn2 nyogok,” tulis unggahannya @hidayat_y28, dilansir dari Kompas.com, Jum’at (14/2).

Kapendam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Maskun Nafik saat ditemui, membenarkan unggahan tersebut yang terjadi di Majene, Sulawesi Barat pada, Jum’at (7/2) lalu sekitar pukul 08.50 WITA.

Maskun menjelaskan, pistol tersebut adalah milik angota polisi yang direbut oleh beberapa oknum TNI karena khawatir disalahgunakan oleh anggota polisi tersebut. “Itu sebabnya karena salah paham saja,” kata Maskun.

Menurut Maskun, saat itu ada anak Komandan Koramil (Danramil) Pamboang, Kapten Inf Purwantoro, bernama Bayu Nugroho yang ditilang karena melawan arah.

“Setelah ditilang, anak Danramil langsung menelepon ayahnya dan memberikan telepon tersebut ke anggota polisi bernama Ipda Naufal Arya,” jelasnya.

Maskun mengungkapkan, karena percakapan di telepon mungkin tidak terlalu jelas, akhirnya Danramil mendatangi lokasi kejadian. “Setelah datang, Danramil juga sempat memarahi anaknya karena dirasa malu-maluin bapaknya,” terang Maskun.

Sebenarnya, imbuh dia, masalah sudah terselesaikan ketika Danramil datang ke lokasi dan menemui anggota polisi tersebut. Maskun mengungkapkan, Danramil tersebut saat ini tengah menderita penyakit jantung. “Mungkin karena itulah, tiba-tiba saja ada sekitar 7 orang oknum prajurit TNI yang mengikutinya dan mendatangi TKP tersebut,” terangnya.

Maskun memaparkan, beberapa oknum prajurit TNI tersebut mengira ada keributan yang melibatkan Danramil dengan anggota polisi. Hingga akhirnya, beberapa oknum prajurit TNI tersebut merebut pistol milik Ipda Naufal karena takut disalahgunakan.

Namun, Danramil akhirnya menyerahkan kembali pistol tersebut ke anggota kepolisian dan meminta maaf. “Akhirnya mereka semua berjabat tangan dan saling bermaaf-maafan,” terangnya.

Saat ini, ketujuh prajurit TNI termasuk Danramil telah dilakukan pemeriksaan di Kodam Hasanuddin. “Yang jelas udah diperiksa, tapi belum dijatuhkan sanksi karena masih dalam pemeriksaan lanjutan,” tutupnya. (KRO/RD/Komp)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com