Nekat Jadi Kurir Narkoba, Dua Wanita Muda Terancam Hukuman Mati

Nekat Jadi Kurir Narkoba, Dua Wanita Muda Terancam Hukuman Mati

RADARINDO.co.id – BALI : Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menangkap dua perempuan muda berinisial PSL (27) dan ISR (22) lantaran nekat menjadi kurir narkoba, Senin (10/2).

Keduanya ditangkap di dua lokasi yang berbeda. Tersangka PSL ditangkap di Jalan Polonia, Badung. Sedangkan ISR ditangkap di Jalan Tukad Musi, Denpasar.

Kepala BNN Provinsi Bali I Putu Gede Suastawa mengatakan, dari keduanya turut diamankan 1,718 gram narkoba jenis sabu, 788 butir inex, 7 tablet pil happy five, dan 3,6 gram yang diduga kokain.

Suastawa mengatakan, keduanya merupakan salah satu jaringan yang dikendalikan oleh seorang yang bernama Aji. Dua wanita asal Banyuwangi ini kenal Aji dari Heri yang sedang mendekam di Lapas Kerobokan, Bali.

BNN hingga kini masih mendalami dan melakukan pengejaran terhadap Aji. “Aji itu kini masih dalam pengejaran. Awalnya Aji mengenal Heri. Tapi setelah Heri masuk penjara, Aji langsung mengendalikan kedua tersangka,” kata Suastawa di kantor BNNP Bali, Jalan Kamboja, Denpasar, Jum’at (14/2) dikutip dari Kompas.com.

Menurut Suastawa, Aji yang menentukan dimana barang haram tersebut harus dikirim. Mereka hanya berkomunikasi melalui telepon seluler. Berdasarkan pengakuan tersangka, keduanya diberi upah sebesar Rp 30.000. “Selain sebagai kurir, kedua tersangka ini adalah pengguna aktif dan belum pernah di penjara,” kata Suastawa.

Kedua perempuan tersebut datang dari Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka datang ke Bali setahun lalu untuk mencari kerja. Kemudian, mereka sempat bekerja di sebuah perusahaan garmen selama enam bulan.

Merasa gajinya tak cukup, keduanya tergiur menjadi kurir narkoba sejak empat bulan yang lalu. Atas perbuatannya, keduanya dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati. (KRO/RD/Komp)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com