Minta Sang Bayi Ikut Dengannya, Nikita Mirzani Ngamuk dalam Tahanan

Minta Sang Bayi Ikut Dengannya, Nikita Mirzani Ngamuk dalam Tahanan

RADARINDO.co.id – JAKARTA : Artis Nikita Mirzani dijemput paksa oleh pihak kepolisian terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap mantan suaminya, Dipo Latief.

Nikita Mirzani dijemput aparat Polres Metro Jakarta Selatan di bilangan Mampang, Jakarta Selatan, Jum’at (31/1) sekitar pukul 00.15 WIB, kemudian ditahan di Rutan Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, Nikita Mirzani sempat marah meminta bayinya untuk bisa masuk ke dalam tahanan.

“Di dalam tahanan NM memaksa dengan cara marah-marah untuk memperbolehkan anaknya Arkana (sembilan bulan) masuk ke dalam tahanan,” ujar Yusri Yunus dalam keterangan tertulis, Jum’at, dilansir dari Tribunnews.com.

Sebelum penangkapan, Nikita Mirzani telah dua kali mangkir dari pemanggilan polisi. Pertama, pada 2 Januari 2020, tetapi Nikita tidak hadir dengan alasan persiapan umrah.

Pada 23 Januari 2020, seorang kurir juga mengantarkan surat keterangan sakit Nikita, yang dikeluarkan oleh Rumah sakit Brawijaya. Dalam surat itu, Nikita Mirzani diberi waktu istirahat sampai dengan 30 Januari 2019 (selama tujuh hari). Sehingga akhirnya Nikita Mirzani dijemput paksa karena berkas administrasi penyerahan tersangka dari polisi ke kejaksaan sudah lengkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, berkas perkara kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Nikita dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan pada 26 November 2019. Surat itu terdaftar dengan nomor B/1030/M/I.14.3/EOH.1/11/2019.

“Tersangka (Nikita Mirzani) dan barang bukti diserahkan ke Kejaksaan Negeri hari ini dengan nomor (surat penyerahan tersangka) 552/I/2020/Reskrim,” ujar Yusri kepada wartawan.

Sebelumnya diketahui, Nikita Mirzani menjadi tersangka usai diduga melakukan penganiayaan terhadap mantan suaminya, Dipo Latief. Pada akhir 2018, Dipo Latief melaporkan Nikita Mirzani ke Polres Jakarta Selatan untuk dua tuduhan, yakni dugaan penganiayaan dan penggelapan barang. (KRO/RD/Trb)

 

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com