Jelang Imlek, Permintaan Atraksi Barongsai Meningkat

Image: Jelang Imlek, Permintaan Atraksi Barongsai Meningkat

RADARINDO.co.id – PEKANBARU : Kelompok kesenian barongsai di Kota Pekanbaru, Riau, menerima banyak permintaan untuk tampil meramaikan perayaan Tahun Baru Imlek 2571. Permintaan itu datang dari dalam negeri hingga ke mancanegara.
“Momen Imlek ini paling banyak tampil, tidak hanya di Pekanbaru, kami juga akan tampil di Malaysia,” kata pelatih kelompok Barongsai Nam Wah, Sudiandy, yang ditemui saat latihan di Vihara Tridharma Dewi Sakti, Pekanbaru belum lama ini.

Permintaan untuk tampil meningkat dari hari biasa yang hanya satu kali bahkan kadang tidak ada permintaan sama sekali. Untuk satu kali penampilan, tarif berkisar Rp 2,5 juta sampai Rp3 juta.
Meski permintaan untuk tampil meningkat, patokan tarif disesuaikan dengan kemampuan pengundang. Tarif untuk tampil di tempat peribadatan seperti vihara dan tepekong biasanya jauh lebih rendah. “Di tempat ibadah dan panti asuhan tak ada tarif sewaan, disesuaikan dengan kemampuan yang mengundang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di Kota Pekanbaru ada lima kelompok perguruan barongsai. Nam Wah baru dibentuk pada 2018 yang berawal dari lima orang anggota dan kini berkembang menjadi 26 orang. “Latihan rutin pada Senin, Rabu, dan Jum’at. Tapi karena mau Imlek, kami latihan setiap hari,” ujar Sudiandy.
Dia menjelaskan, kesenian barongsai kini sudah diakui pemerintah Indonesia sebagai salah satu cabang olahraga. Barongsai menginduk dibawah Federasi Olahraga Barongsai Indonesia dan sudah dipertandingkan di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat pada 2016.
Karena itu, barongsai tidak bisa tampil sembarangan. Barongsai tidak boleh keliling ke toko-toko secara sembarangan seperti pengamen jalanan. “Karena itu bisa merusak citra barongsai,” katanya. (KRO/RD/RPBLK)

 

www.radarindo.co.id
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com