Gubsu Ngaku Sempat Ditanyai Presiden Soal Wabah Hog Cholera

Image: Gubsu Ngaku Sempat Ditanyai Presiden Soal Wabah Hog Cholera

RADARINDO.co.id – SUMUT : Gubernur Sumut (Gubsu), Edy Rahmayadi, curhat soal polemik pemusnahan ternak babi karena wabah hog cholera. Edy mengatakan, pro kontra soal rencana pemusnahan babi sempat mendapat perhatian Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini disampaikan Edy saat menghadiri Syukuran Awal Tahun Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (GPI) di Gedung Chapel PGI Sumut, Jalan Willem Iskandar, Kabupaten Deli Serdang, Jum’at (24/1). “Saat ini, di akhir-akhir ini saya diributkan dengan seekor binatang makhluk Tuhan yang bernama ‘babi’,” kata Edy di awal sambutannya.

Di hadapan para pendeta yang hadir, Edy memastikan tidak berniat memusnahkan babi walau wabah hog cholera terus menyebar. Ia juga menampik tudingan pemusnahan babi dilakukan karena persoalan agama.

“Saya tak mampu memusnahkan ini. Di Sumut, ada 2 juta ekor jumlah babi. Kalaulah Rp3 juta aja dijual harga itu babi, berarti Rp 6 triliun. Apa nggak habis saya dikeroyok rakyat, uang Rp 6 triliun untuk seperti itu. Omong kosong kalau ada orang yang bilang karena saya Islam sehingga babi itu semua itu akan saya musnahkan,” imbuh Edy.

Persoalan pemusnahan babi ini, kata Edy, turut menjadi perhatian Presiden Jokowi. Edy mengaku pernah ditanya soal penyelesaian persoalan babi di Sumut.

“Tolong ini diluruskan semua, karena jadi polemik seluruh Indonesia. Pak Jokowi nanya sama saya, kan saya jawabnya susah hanya gara-gara babi,” paparnya.

Sebelumnya, Pemprov Sumut menegaskan tidak akan memusnahkan ternak babi meskipun ada peristiwa kematian babi akibat hog cholera. Hingga saat ini, 39 ribu ekor babi mati karena hog cholera. (KRO/RD/Dtk)

www.radarindo.co.id
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com