Jalan Acces Road Menuju Inalum Rawan Telan Korban

Jalan Acces Road Menuju Inalum Rawan Telan Korban

RADARINDO.co.id-Batubara:
Banyak lubang di sepanjang jalan acces rood Inalum terlebih jalan yang berada persis di depan pajak sore antara Desa Pakam dan Desa Pematang Cengkering kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara. Padahal, jalan dimaksud baru saja diperbaiki beberapa waktu yang lalu dengan cara tambal sulam, namun belum sebulan jalan itu sudah hancur lagi.
Rusaknya jalan yang baru ditambal sulam itu mengakibatkan seorang ibu rumah tangga bernama Rukiah (38) Warga Dusun Pekan Desa Pakam terjatuh dan mengalami koma dirumah sakit Bhayangkari Kodya Tebing Tinggi Sumatera Utara.
Hal itu dikatakan Haris kepada RADARINDO.co.id, Minggu (19/01/2020.) .
Lanjut Haris, kakak iparnya almarhummah Rukiah pada sore itu melintas dijalan tersebut dengan menggunakan sepeda motor untuk berbelanja, namun karena jalannya rusak parah, korban mencoba mencari jalan yang lebih bagus dan ketika itu melintas truk besar dan untuk menghindari tabrakan, yang bersangkutan mengarah kejalan yang parah dan tiba-tiba praaakk terjatuh.
Melihat kejadian itu, warga sekitar langsung menolong dan segera membawa korban yang luka parah ke klinik terdekat.
“Sewaktu kakak ipar jatuh, warga yang melihat langsung membawa ke klinik Nomi, dan setelah memberikan pertolongan, Bidan Nomi menyuruh membawa korban kerumah sakit Bhayangkara Tebing Tinggi dan 4 hari masuk keruang ICU, kakak kami meninggal dunia pada Sabtu 11 Januari 2020,” ucapnya sedih.
Pada hari yang sama melalui sambungan seluler, Humas Inalum Bambang Heru mengatakan jalan tersebut bukan milik PT Inalum karena sudah diserahkan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. “Jalan itu bukan milik Inalum lagi pak, itu milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara karena beberapa tahun lalu pihak Inalum sudah menyerahkan dan itu bukan jalan acces rood Inalum melainkan jalan acces rood menuju Inalum ” kata Bambang. Dilokasi jalan, seorang warga yang tidak mau menyebutkan jati dirinya mengatakan, semenjak PT Inalum diserahkan ke Pemerintah Republik Indonesia, jalan yang dimaksud hanya dikerjakan dengan cara tambal sulam.
“Padahal sewaktu Inalum dipegang bangsa Jepang, tidak pernah jalannya separah ini, sedikit aja yang berlobang, saat itu juga diperbaiki, tapi ini sudah parahpun tidak diperbaiki, sebulan lalu ada ditambal sulam, setelah itu hancur lagi, coba bapak lihat, mungkin mau menunggu korban banyak yang mati baru diperbaiki,” katanya kesal. (KRO/RD/D.SAMOSIR.)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com