“Raja dan Ratu Agung Sejagat” Ditangkap Polisi, Kini Kembali Jadi Rakyat Jelata Bahkan Tersangka

“Raja dan Ratu Agung Sejagat” Ditangkap Polisi, Kini Kembali Jadi Rakyat Jelata Bahkan Tersangka

RADARINDO.co.id – PURWOREJO : “Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat” di Purworejo, Jawa Tengah, dibekuk polisi karena diduga melakukan pembohongan publik.

Kini, “Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat”, Toto Santoso dan Fanni Aminadia, kembali menjadi rakyat jelata, bahkan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelda Daniel mengatakan, status tersangka itu setelah adanya motif penarikan dana dari masyarakat dengan cara tipu daya dan simbol-simbol kerajaan.

“Kami akan mendalami berapa banyak korban yang sudah mengumpulkan iuran dan motif lain yang akan kami ungkap,” ujar Rycko saat pengungkapan kasus di Mapolda Jateng, Rabu (15/1) lalu.

Sebelumnya diberitakan, Keraton Agung Sejagat yang didirikan Toto membuat resah masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, diduga Toto telah melakukan penipuan terhadap warga dengan menyampaikan berita-berita bohong terkait sejarah kerajaan tersebut.

Toto dan istrinya ditangkap pada Selasa malam. Polisi juga menggeledah rumah kontrakan mereka yang ada di Sleman. Ternyata, Toto juga membuka angkringan di halaman kontrakannya. Bahkan, Toto sempat membuat konten YouTube dengan latar era Majapahit.

Diketahui juga, status Fanni Aminadia (41) yang berperan sebagai Permaisuri Ratu Dyah Gitarja di Keraton Agung Sejagat ternyata palsu. Mereka bukan pasangan suami istri sah, tapi hanya teman dekat.

Rycko mengungkapkan, nama panggilan itu dibuat bermula ketika Toto Santoso berperan sebagai raja Keraton Agung Sejagat yang namanya menjadi Toto Santoso Hadiningrat. Sementara, Fanni Aminadia berperan sebagai Permaisuri Ratu Dyah Gitarja.

Menurut Rycko, kasus raja dan ratu Keraton Agung Sejagat merupakan fenomena sosial yang mengganggu ketertiban masyarakat sekitar. “Mulai sore kemarin, kami sudah meningkatkan tahap menjadi penyidikan. Kami akan mendalami berapa banyak korban yang sudah mengumpulkan iuran dan motif lain yang akan kami ungkap,” ucap Rycko.

Keduanya ngotot ngaku Raja dan Ratu

Namun, Toto Santoso dan Fanni Aminadia yang kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Jawa Tengah, ngotot mengaku sebagai Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat di Purworejo.

“Dia masih mengakui kerajaan itu benar ada, mereka berdua sebagai Raja dan Ratu dari Keraton Agung Sejagat,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna.

Sebelum mendirikan keraton, Toto mengaku mendapatkan wangsit dari leluhur dan keturunan Raja-Raja Mataram. Dia mendapatkan tugas segera mendirikan kelanjutan Kerajaan Mataram di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. “Kalau menurut saya wajar-wajar saja, dia tetap bersikukuh dia tak bersalah,” tambah Iskandar.

Toto yang mengaku mendapat wangsit, lantas meyakinkan orang-orang di sekitarnya. Dia pun melengkapi diri dengan beragam dokumen palsu agar orang lain percaya dengan perkataannya.

“Atas dasar wangsit tersebut, kemudian yang bersangkutan melengkapi kelengkapan dirinya untuk meyakinkan orang-orang,” kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.

Bahkan, dia pun mencatut lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam dokumen palsunya. Dengan bekal tersebut, Toto yang ditemani permaisuri Ratu Dyah Gitarja berhasil memperdaya ratusan orang untuk menjadi pengikut.

“Dengan melengkapi beberapa kartu-kartu yang berasal dari PBB (United Nations), bahwa yang bersangkutan memang memiliki kredibilitas untuk menjadi seorang raja,” terangnya. (KRO/RD/Komp)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com