Setelah Hakim PN Medan Tewas, Zuraida Sempat Tidur Bersama Jasad Suaminya

Setelah Hakim PN Medan Tewas, Zuraida Sempat Tidur Bersama Jasad Suaminya

RADARINDO.co.id – MEDAN : Zuraida Hanum alias ZH (41), istri hakim PN Medan sempat tidur tiga jam bersama mayat suaminya setelah suaminya tersebut dieksekusi oleh dua tersangka lainnya.

Keterangan itu disampaikan oleh Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin saat rekonstruksi tahap kedua kasus pembunuhan hakim PN Medan Jamaluddin (55) di rumah korban di Kecamatan Medan Johor, Kamis (16/1) kemarin.

Sementara, dua tersangka pembunuh bayaran yang membekap korban Jamaluddin hingga tewas adalah Reza Fahlevi alias RF (29) dan Jeffry Pratama alias JP (42). Semua adegan dalam rekonstruksi tahap II kasus pembunuhan hakim PN Medan ini dilakukan di dua lokasi yakni di perumahan Graha Johor Medan dan di lokasi pembuangan mayat korban di Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang.

Saat pembacaan berita acara rekonstruksi di kamar korban yang berada di lantai 2 rumahnya, terungkap bahwa tersangka JP dan RF turun dari lantai 3 setelah diberi kode oleh ZH agar turun.

JP dan RF kemudian melakukan aksinya pada pukul 01.00 WIB. Saat itu korban Jamaluddin hanya mengenakan sarung. RF kemudian membekap hidung dan mulut korban dengan kain, sementara JP memegang kedua tangan korban.

ZH, yang berbaring di samping kiri korban menindih kaki korban agar tidak bergerak sambil menenangkan anaknya yang sempat terbangun. Setelah dipastikan korban tidak lagi bernafas, ZH yang saat itu mengenakan daster motif pelangi memasangkan korban dengan pakaian olahraga berwarna hijau dan juga jam tangannya.

Para tersangka kemudian membawa jasad hakim PN Medan, Jamaludin dari kamar ke dalam menuju mobil Toyota Prado milik korban. Opsi membuang korban dilakukan setelah para tersangka berdebat karena tidak sesuai dengan skenario.

Setelah itu, ketiganya berdebat karena melihat ada lebam di hidung korban. Perdebatan itu terjadi karena dalam skenarionya, korban meninggal dunia karena jantung. Adanya lebam itu, membuat skenario pertama gagal sehingga harus dibuang karena kalau ketahuan polisi bisa mencurigainya.

Perdebatan itu dilakukan ketiga tersangka sambil duduk di lantai, disamping tempat tidur yang diatasnya tergolek terlentang mayat seorang hakim di PN Medan.

Adegan berlanjut, JP dan RF disuruh ke lantai tiga. Adegan itu dilewati dan dilanjutkan dengan adegan selanjutnya dengan membawa korban ke mobil sekitar pukul 03.00-04.00 WIB.

Menurut Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, rangkaian adegan di rumah korban berakhir pada jam 04.00 WIB tanggal 29 November 2019.

“Perdebatan yang terjadi karena tidak sesuai dengan rencana awal. Karena di skenario kan pelaku korban meninggal karena serangan jantung. Istri korban masih sempat tidur dengan jasad suaminya selama kurang lebih tiga jam sebelum dibuang jasad itu,” kata Martuani Sormin. (KRO/RD/Komp)

 

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com