Pertanian dan Perikanan Butuh Lab Deteksi Ikan Berformalin

by -65 views

RADARINDO.co.id-Medan:
Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) Kota Medan mendapat kunjungan kerja (Kunker) Komisi IV DPRD Medan. Kedatangan rombongan Komisi IV dipimpin Ketua Komisi IV, Paul Mei Anton Simanjuntak, didampingi M. Rizki Nugraha, Hendra DS, Duma Sari Hutagalung, Daniel Pinem, dan Antonius Tumanggor, di kantor Dinas Pertanian dan Perkinan Kota Medan, Selasa (14/01/2020).
Salah satu agenda dalam kunjungan diketahui bahwa Dinas Pertanian dan Perikanan Medan, membutuhkan laboratorium dan fasilitas pendukung untuk mendeteksi ikan yang mengandung formalin. “Laboratorium itu penting, karena sejauh ini kita kesulitan untuk mendeteksi ikan mengandung formalin yang beredar di Medan. Ini menjadi PR bersama,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Ir. Ikhsar Risyad Marbun kepada Komisi IV DPRD Medan disela sela kunjungan kerja (kunker).
Dikatakan Marbun, saat ini pengawasan ikan yang dijual di pasaran masih dilakukan secara manual. Sehingga petugas atau pegawai yang membidangi perikanan dalam melakukan pengawasan belum maksimal.
“Jadi mobil laboratorium untuk mendeteksi ikan diduga mengandung formalin itu menjadi sesuatu hal yang mendesak. Apalagi ikan yang beredar di pasar tradisional tidak hanya berasal dari Medan saja, tetapi luar Medan juga seperti Sibolga, Tanjung Balai, Serdang Bedagai hingga Aceh. Untuk itu, membutuhkan pengawasan dengan peralatan,” ujar Ikhsar.
Tidak hanya itu, ujarnya, pengawasan juga meliputi ikan-ikan yang dijual bebas di swalayan karena sebagian besar berasal dari Thailand. Namun, belum diketahui apakah terjamin secara pasti tak mengandung bahan berbahaya atau sebaliknya. Untuk itu, sebelum didisitribusikan, maka ikan yang masuk akan diperiksa petugas agar tak terkontaminasi bahan-bahan berbahaya termasuk formalin. tidak ada lagi kekhawatiran masyarakat dalam mengkonsumsi ikan karena sudah melalui tahapan pemeriksaan.
“Apabila sudah ada laboratorium berjalan untuk memeriksa ikan-ikan yang mengandung formalin tentunya akan maksimal,” ucapnya. Disebutkan bahwa pihaknya sudah mengajukan kepada Pemko Medan untuk pengadaan mobil yang dilengkapi peralatan laboratorium sebanyak dua unit. Akan tetapi, sampai sekarang belum disetujui. “Saya sudah usulkan (dua unit mobil dilengkapi laboratorium) kepada Pemko Medan untuk pengawasan ikan yang berformalin. Artinya, sebelum beredar ke pasaran maka kita lakukan pengecekan terlebih dahulu. Akan tetapi, belum dianggarkan,” tuturnya.
Ihksar Marbun juga menyebutkan bahwa perlunya dukungan dari DPRD Medan untuk menjadikan PD Rumah Potong Hewan (RPH) menjadi UPT Dinas Pertanian dan Pertanian Kota Medan. Sebab, di beberapa daerah seperti di Deliserdang, Siantar dan beberapa daerah lainnya di Sumut bahwa RPH berada dibawah naungan Dinas Pertanian.
Menyahuti pernyataan itu, Komisi IV sepakat agar Dinas Pertanian dan Perikanan untuk kembali mengajukan anggaran pengadaan laboratorium pendeteksi ikan berformalin. Komisi IV katanya mendukung wacana yang dilakukan untuk pengadaan mobil laboratorium. Pun begitu, harus memastikan dan menjamin pemanfaatan fasilitas negara tersebut benar-benar efektif sehingga tidak membuang-buang anggaran.
“Memang perlu itu ada mobil laboratorium Dinas Kelautan untuk mengecek ikan-ikan. Karena, sama-sama kita ketahui ikan yang beredar di pasar tak menutup kemungkinan diduga mengandung formalin,” tandas Paul.
Sejumlah pihak menyambut baik kunjungan kerja Komisi IV DPRD Medan ke Dinas Pertanian dan Perikanan Medan saling kordinasi lintas sektoral, sehingga pengawasan dapat maksimal. (KRO/RD/TIM)