Pemkab Asahan Bersama Pemko Tanjungbalai dan LPPM USU Gelar Seminar Nasional

Pemkab Asahan Bersama Pemko Tanjungbalai dan LPPM USU Gelar Seminar Nasional

RADARINDO.co.id – ASAHAN : Pemkab Asahan bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai dan LPPM Universitas Sumatera Utara (USU), menggelar seminar nasional tentang sedimentasi Sungai Asahan dan Sungai Silau di Aula Hotel Sabty Garden Kisaran, Senin (13/1).

Hal itu bertujuan untuk menormalisasikan Sungai Asahan dan Sungai Silau yang telah mengalami penumpukan pasir yang dibawa dari hulu menuju hilir (sedimentasi) yang mengakibatkan bencana banjir dan meluapnya air sungai serta mengakibatkan kerusakan infrastruktur, timbulnya wabah penyakit, terganggunya aktivitas pendidikan serta perekonomian masyarakat.

Seminar ini turut dihadiri Perwakilan Kementerian Hidup dan Kehutanan RI, Perwakilan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Perwakilan Menteri Perdagangan RI, Menteri Perhubungan, Ditreskrimsus Kombes Pol Rony Samtana SIK MTCP, Bupati Asahan, Walikota Tanjung Balai, Dandim 0208 Asahan, Danlanal Tanjungbalai Asahan, dan undangan lainnya.

Pada kesempatan ini, Inisiator sekaligus tokoh masyarakat, Febriandi Saragih dalam sambutannya mengatakan, seminar ini dilatarbelakangi oleh buruknya kondisi eksisting sedimentasi di Sungai Asahan yang meresahkan.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU) telah mengkaji dan menyimpulkan bahwa timbulan sedimentasi di sepanjang Sungai Asahan mempengaruhi kerusakan lingkungan, berdampak layunya ekonomi dan problematika sosial, katanya.

Febriandi juga menyampaikan solusi dalam persoalan ini hanya dengan mengeruk sedimentasi. Akan tetapi, terdapat tantangan dan hambatan jika pengerukan dilakukan. Inilah yang akan kita cari solusinya.

“Sebelumnya kami telah berupaya untuk menyuarakan permasalahan ini kepada Pemerintah Pusat sebagai stakeholder kunci problema ini. Namun demikian, sampai sekarang belum terlihat progres yang positif. Maka dari itu, hari ini kami mengundang Kementerian yang terkait, jajaran Pemerintah Daerah, Akademisi dan masyarakat untuk hadir dan berdiskusi bersama dalam mencari solusi permasalahan yang kita hadap,” ucap Febriandi.

Sementara, Bupati Asahan, H Surya BSc pada pidatonya menyampaikan bahwa seminar ini dilaksanakan karena jumlah tumpukan sedimentasi pada Sungai Asahan sudah sangat besar.

Berdasarkan hasil penelitian Balai pengkajian dan penerapan teknologi pada tahun 2013 bahwa volume sedimentasi sebesar 10.185. 308 meter kubik sehingga mengakibatkan pendangkalan sungai, daya tampung sungai yang menurun sehingga air meluap kepermukiman masyarakat dan terjadilah banjir pada khususnya pada waktu-waktu curah hujan tinggi. (KRO/RD/Amyruz)

 

 

 

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com