Sidang Ketenagakerjaan PT Indoagri Inti Plantation Dianggap Tak Adil Frangki Manalu Ajukan Kasasi

Sidang Ketenagakerjaan PT Indoagri Inti Plantation Dianggap Tak Adil Frangki Manalu Ajukan Kasasi

RADARINDO.co.id-Pekanbaru:
Sidang terkait sengketa ketenagakerjaan antara Frangki Manalu selalu karyawan dengan PT Indoagri Inti Plantation (IIP) berbuntut panjang. Pasalnya, putusan sidang dianggap tidak adil sehingga tim pendamping karyawan mengajukan ke tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA).
Hal ini terungkap di ruang persidangan Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (09/01/2020). Berdasarkan informasi yang disampaikan ke RADARINDO.co.id Jumat (10/01/2020) telah selesai dilaksanakan sidang hubungan industrial akhir pada kasus sengketa Ketenagakerjaan antara Frangki Manalu selaku Karyawan dengan Perusahaan atas nama PT Indoagri Inti Plantation (IIP).
Dalam sidang putusan akhir tersebut, menyimpulkan kemenangan atas tuntutan PT IIP terhadap uang pesangon Frangki Manalu senilai Rp9.854.925. Atas putusan tersebut, penasehat hukum sekaligus ketua pendamping Frangki Manalu dengan tegas menolak dan tentunya akan segera mengajukan Kasasi ke tingkat Mahkamah Agung.
“Ini semua berawal dari perhitungan para mediator Disnaker Kabupaten Rokan Hilir yang kami nilai sangat keliru. Pasalnya, masa kerja yang dicantumkan mulai tanggal 01 Desember 2010 sampai 04 September 2018 atau 7 tahun 9 bulan” tutur Larshen Yunus Mora S.Sos,Sc.
Lebihllanjut ditegaskan bahwa uang penghargaan masa kerja 3 X Rp2.856.500 = Rp8.569.500 ditambah juga dengan uang penggantian hak sebesar 15% X Rp8.569.500 = Rp1.285.425, maka totalnya Rp9.854.925.
“Bagi kami jelas perhitungan itu sangatlah keliru. Karena, putusan pak gakim hanya berdasarkan hasil perhitungan mediator Disnaker Rohil. Ini tidak fair namanya. Kami akan elawan,” ujar Larshen Yunus dengan nada kecewa.
Menurut Ketua PP GAMARI itu, bahwa perhitungan yang sebenarnya adalah ketika angka 2.865.500 X 7 = Rp20.055.000, setelah itu 15% X Rp20.055.000 = Rp3.008.250, maka ketemulah total angka sebesar Rp23.063.250 sebagai pesangon yang benar dari saudara Frangki Manalu.
Larshen Yunus dkk akan segera menempuh jalur Kasasi ke tingkat Mahkamah Agung. Mereka tetap akan mempertahankan angka sebesar Rp23.063.250 tersebut.
“Apapun ceritanya, pihak perusahaan tidak boleh semena-mena memberikan hasil perhitungan hanya Rp9 jutaan itu. Klien kami sudah hampir 12 tahun bekerja dan mengabdi kepada PT IIP. Harusnya mereka bijak dalam memberikan hitungan,” ungkap penasehat hukum Frangki Manalu.

Gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja maupun lampiran pendukung lainnya akan dijadikan berkas bundelan untuk tahapan pengajuan Kasasi ke tingkat MA. “Sudahlah, kami cukup jenuh dengan semua ini. Dugaan atas permufakatan antara pihak penegak hukum dengan perusahaan benar-benar nyata terjadi. Terlebih, sampai detik ini juga pihak numas dan HRD PT Indoagri Inti Plantation sangat sulit untuk dihubungi. Sungguh terlalu,” ujar Larshen Yunus saat menggelar konferensi pers. (KRO/RD/Tim)

Koran Radar

KORAN RADARONLINE KR TV hadir sebagai media online dengan konten berita dan informasi terkini. KORAN RADARONLINE KR TV “Penyambung Lidah Rakyat” membangun eksistensi dan jaringan berita “Terkini dan Terpecaya”, dari berbagai sumber Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun swasta.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com