Viral, Oknum Kades Geber Motor RX King Saat Pelantikan

by -917 views

RADARINDO.co.id – MAGELANG : Seorang Kepala Desa (Kades) Kebonrejo, Kecamatan Candimulyo, bernama Zaenal Mustakim, terpaksa diperingatkan oleh aparat Polres Magelang lantaran menggeber sepedamotornya di kompleks kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang.

Aksinya itu dianggap mengganggu. Pasalnya, saat itu akan dilakukan pelantikan para kades terpilih pada Pilkades Serentak 2019. Motor Yamaha RX King milik sang kades itu kemudian diminta polisi lalu dituntun ke lokasi parkir.

Sementara, Zaenal dengan seragam kepala desa dan masih mengenakan helm berjalan kaki mengikuti polisi tersebut. Kejadian itu terekam dalam sebuah video singkat yang kemudian viral dan menjadi perbincangan khalayak di Instagram.

Salah satunya diunggah oleh akun @ndorobeiiofficial. Hingga kini, video berdurasi 16 detik itu telah dilihat lebih dari 759 kali dan lebih dari 450 komentar.

Dilansir dari Kompas.com, Jum’at (10/1), Zaenal Mustakim, membenarkan bahwa dirinya yang berada di video tersebut. Peristiwa itu terjadi menjelang dirinya akan dilantik oleh Bupati Magelang di Pendopo drh Soepardi di kompleks kantor Pemkab Magelang, Rabu (8/1) lalu.

Zaenal menceritakan, dari rumah ia berangkat ke lokasi pelantikan mengendarai motor kesayangannya itu sendirian. Sementara istri dan keluarganya telah berangkat menggunakan kendaraan lain. Hal yang sama juga dilakukan saat dilantik menjadi kepala desa beberapa tahun silam.

Setibanya di lokasi, ia mendapati suasana yang penuh sesak oleh keluarga, warga, maupun pendukung para kades yang mau dilantik. Kondisi ini menyebabkan ia sulit masuk ke lokasi. Zaenal lantas spontan menggeber motornya.

Ia mengaku tidak berniat membuat gaduh suasana saat itu. Ia bahkan mengabadikan keberangkatannya itu dalam sebuah video singkat. “Berangkat dari rumah saya enggak berniat bikin gaduh. Saya spontan saja menggeber motor karena kondisi ramai dan macet saat mau masuk ke lokasi,” ujarnya.

Tidak lama kemudian, lanjutnya, dua orang polisi menghampirinya dan mengingatkan bahwa aksinya itu telah mengganggu. Zaenal tak melawan. Ia pun mematikan mesin motornya dan bersedia ketika polisi meminta motornya.

“Saya justru berterimakasih sama Pak Polisi, karena sudah diingatkan dan malah motor saya dituntun menuju tempat parkir,” katanya.

Setelah selesai prosesi pelantikan, ia ditemui dua polisi itu lagi agar ia mengambil motornya. Zaenal mengaku pasrah jika ia akan ditilang akibat perbuatannya itu.

“Tapi ternyata tidak (ditilang). Pak Polisi malah ngasih tahu kalau motornya diamankan di tempat parkir dan mempersilahkan kalau mau diambil,” ungkap Zaenal yang sudah dilantik jadi kades sebanyak tiga kali ini.

Kendati demikian, Zaenal mengakui kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena sempat membuat gaduh. “Itu kesalahan saya, saya mohon maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu,” tuturnya. (KRO/RD/Komp)