Dalangi Pembunuhan Hakim PN Medan, Istri Muda Sewa Dua “Algojo”

Dalangi Pembunuhan Hakim PN Medan, Istri Muda Sewa Dua “Algojo”

RADARINDO.co.id – MEDAN : Kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin (55) akhirnya diungkap polisi. Setelah melakukan penyelidikan panjang hingga memeriksa 48 saksi, penyidik Polda Sumatera Utara (Sumut) akhirnya menetapkan istri korban berinisial ZH (41), serta dua orang suruhannya yang menjadi “algojo” yakni J (42) dan R (29).

Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, dari hasil penyidikan, motif pembunuhan hingga tersangka menghabisi nyawa korban mengarah pada permasalahan rumahtangga.

“Motif sedang didalami penyidik, tapi kami menduga masalah rumahtangga sehingga terjadilah kasus ini (pembunuhan berencana),” ujar Martuani saat gelar perkara di Mapolda Sumut, Rabu (8/1).

Kapolda membeberkan, diawal pengembangan, penyidik sempat kesulitan mengungkapkan kasus pembunuhan hakim PN Medan karena minimnya alat bukti. Terlebih para tersangka menggunakan alat komunikasi yang tidak biasa.

“Persoalan penyidik ada pada masalah dukungan alat bukti. Pelaku gunakan alat komunikasi yang tidak biasa sehingga penyidik kesulitan untuk mendudukkan dan mengonstruksikan kasus ini,” katanya.

Kendati demikian, dengan bantuan Labfor Mabes Polri Direktorat Cyber Crime, penyidik akhirnya mendapat informasi tambahan. “Informasi ini yang kemudian menguatkan kasus ini hingga penyidik bisa merekontruksikan sebagai kasus pembunuhan berencana,” ujar Kapolda.

Dalam jumpa pers tersebut, ZH mengenakan hijab warna hitam dan baju tahanan tampak mukanya pucat pasi. Sedangkan, J dan R juga mengenakan baju tahanan dan terus menundukkan kepala.

Diduga, Jamaluddin dibunuh di rumahnya pada Kamis (28/11/2019) dini hari. Setelah dibunuh, mayat Jamaluddin dimasukkan ke mobil dan keluar menjelang subuh.

Untuk menghilangkan jejak, mobil ditabrakkan di daerah kebun sawit di Kutalimbaru, Deli Serdang. Seakan-akan Jamaluddin jadi korban perampokan. Mayat Jamaluddin baru ketahuan 20 jam setelahnya. Polisi langsung bergerak dan melacak siapa yang membunuh hakim itu.

Setelah sebulan lebih bekerja, polisi menetapkan ZH sebagai tersangka dan menduga ZH menjadi otak pembunuhan itu.

Polisi menyebut, motif pembunuhan berencana terhadap hakim PN Medan Jamaluddin diduga karena persoalan rumahtangga yang kerap cekcok.

“Motifnya masalah rumah tangga, mereka cekcok tidak ada titik temu, hingga terjadinya pembunuhan tersebut. Tidak ada jalan keluarnya,” kata Kapolda Sumut.

ZH yang merupakan istri kedua korban, menyewa dua orang “algojo” berinisial J dan R untuk membunuh hakim Jamaluddin dengan cara dibekap bed cover. “Hasil autopsy, korban lemas kehabisan oksigen. (Pembunuhan) sudah direncanakan,” sambung Martuani.

Rencananya polisi akan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan hakim PN Medan Jamaluddin. Polisi merekonstruksi perencanaan hingga eksekusi pembunuhan hakim Jamaluddin. (KRO/RD/Dtk)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com