Jadikan Taubat dan Ucapan Istighfar Sebagai Pengekal Hidayah

Jadikan Taubat dan Ucapan Istighfar Sebagai Pengekal Hidayah

RADARINDO.co.id-Deli Serdang:
Setiap manusia tidak pernah luput dari salah dan khilaf dari ucapan maupun perbuatan. Sesungguhnya hidup itu adalah pilihan. Sekecil apa pun kesalahan seseorang dalam hidup bersegeralah memohon ampun dan bertaubat pada Allah SWT sebelum semuanya terlambat.

Karena sesungguhnya Allah itu maha pengampun, bersegeralah mohon pengampunan menjauhi laranganya dan menjalankan perintahnya. Allah SWT akan mengampuni sebesar apapun dosa dosa kita kecuali syirik.

Karena syirik berarti telah menduakan tuhan, dan menyembah tuhan lain selain Allah. Jadikan Taubat dan ucapan istighfar menjadi amalan sebagai pengekal Hidayah untuk taat pada Allah SWT. Jadilah hamba yang beriman yang slalu merasakan kekurangan atas dirinya sendiri. Bahwa sesungguhnya kita ini adalah manusia yang tidak luput dari dosa.

Sehingga iktikad itu akan membuahi untuk semangat bertaubat. Oleh karena itu, sempurnakan taubat dengan memperbanyak amal saleh atau kebaikan. Demikian disampaikan ustad Mahdi, didampingi Ustad Riyan, Zaini, dan Ketua Majelis Taklim Ubudiyah (MTU) Ucok, wakil ketua Joko, Suprat, Zainal, Giarto di Masjid Ubudiyah, dalam rangkah silaturahi awal tahun 2020 sholat Dzuhur berjamaah, Rabu (01/01/2020) siang.

Acara silaturahmi ini juga dihadiri puluhan jamaah Ubudiyah, ibu ibu Wong Solo dari Medan. Semangat para jamaah pengajian ibu ibu Wong Solo ini patut diacungi jempol.
Mereka ingin menyambut tahun yang baru 1 Januari 2020 ini sebagai momentum indah untuk meningkatkan ibadah dan ketaqwaan pada Allah SWT.

Selain ingin, menghadiri pengajian di Masjid Ubudiyah, Desa Baru, Kecamatan Batangkuis, Deli Serdang, mereka ingin melihat langsung kondisi pembangunan Masjid Ubudiyah yang awalnya digagasi Almarhum ustad H. Mulyono S.

“Dulu sewaktu Almarhum ustad masih mengisi pengajian ibu ibu Wong Solo beliau pernah cerita kalau kita jamaah sedang membangun Masjid. Tapi sampai ustad pembimbing kita sudah tak ada, baru inilah kami bisa hadir,” ujar salah seorang jamaah sembari mengenang kisah.

Kondisi pembangunan Masjid saat ini sudah mencapai 80 persen. Insya Allah akan datang pertolongan Allah melalui hambanya, ujarnya lagi, usai melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah dan makan siang bersama.

Para jamaah ibu ibu Wong Solo mengaku senang bisa menghadiri acara pengajian dengan nuansa desa yang sangat asri dan jauh dari kebisingan.

“Alhamdulilah kami senang bisa datang ikut pengajian di masjid kita yang sudah hampir rampung. Suasana sangat asri, ibadah bisa tambah khusyuk,” tuturnya dengan nada berseloroh.

Masih bersama ustad Mahdi yang juga sebagai putra Almarhum H. Mulyono S. Menurutnya, sesungguhnya Allah Ta’ala telah melapangkan dan melonggarkan serta memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada kita untuk bertaubat kepada-Nya.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sungguh, Allah meluaskan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat dari hamba yang bermaksiat di siang hari. Dan Allah meluaskan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat dari hamba yang bermaksiat di malam hari,” tegas Mahdi.

Artinya ketika nyawa sudah sampai di kerongkongan. Itulah batas waktu terakhir yang Allah tidak menerima lagi taubat hamba-Nya.

Kebanyakan ulama menyebutkan syarat taubat minimalnya ada tiga diantaranya Al iqla’ (berhenti melakukan maksiat). An nadam (menyesal) dan Al ‘azm (bertekad untuk tidak mengulang lagi). Orang yang melakukan tiga hal ini maka ia dianggap sudah bertaubat. Tiga syarat ini yang paling banyak disebutkan para ulama ketika menyebutkan syarat-syarat taubat.

Taubat seorang hamba adalah dengan menyesal terhadap apa yang telah ia lakukan, ditambah dengan tekad untuk tidak melakukannya. Orang yang bertaubat, dan beriman (dengan benar) dan beramal shalih, maka mereka akan digantikan keburukan – keburukan mereka dengan kebaikan – kebaikan.

Dipenghujung tausyah, ustad Mahdi mengakhiri dengan pembacaan doa serta dilanjut makan siang bersama. Sementara itu, sholat Ashar diimami ustad Riyan. Para jamaah sebelum meninggalkan lokasi masjid sempat berpoto bersama jamaah, dan bersalam salaman. (KRO/TIM)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com