Studi Hubungan Dalam Tinjauan Pemanfaatan Sastra Anak Dalam Harapan Konteks

Studi Hubungan Dalam Tinjauan Pemanfaatan Sastra Anak Dalam Harapan Konteks

RADARINDO.co.id : Pembicaraan sastra dalam konteks ini adalah sastra Indonesia. Dalam realitas keberadaan karya sastra, sastra menginginkan agar pendekatan terhadap hasil kegiatan manusia yang bernama sastra dapat dilakukan secara ilmiah sehingga mampu berdiri sendiri sebagai bidang pengetahuan yang eksis, namun di lain pihak, terutama oleh para pakar ilmu alam, studi sastra dianggap tidak ilmiah karena studi yang berurusan dengan seni cenderung subjektif dan jauh dari kebenaran. Studi sastra sebagai bidang garapannya wajib diupayakan agar menjadi bidang studi yang mampu mencapai taraf ilmiah sejajar dengan bidang-bidang studi (ilmu) lainnya. Karena itu, ada kewajiban bagi kita untuk menengok dan mempertanyakan kembali berbagai masalah yang berkaitan dengan studi ilmiah sastra yang mempunyai hakikat yang mendukung dalam berkenanan saat studi sastra yang mendatang. Persoalan dalam studi dalam sastra karya-karya yang demikian mampu menggugah kritikus untuk menulis kritik yang baik, dan mampu pula menarik minat pengarang untuk menulis karangan yang lebih baik.

Dalam pemanfaatan sastra anak  mencerminkan liku-liku kehidupan yang dapat dipahami oleh anak, melukiskan perasaan anak, ndan menggambarkan pemikiran-pemikiran anak. Sastra anak, hendaknya memiliki nilai-nilai tertentu yang dapat berpengaruh terhadapn perkembangan kejiwaan anak. Sastra anak tentu saja perlu memuat kesenangan, kegembiraan, kenikmatan, cita-cita, dan petualangan anak. Semua  ini sungguh mempunyai para pakat yang menggunakan alat kegiatan mendongeng yaitu Mengasah daya pikir dan imajinasi anak Berbeda dengan media televisi yang visual, dongeng akan menumbuhkan daya imajinasi anak. Karena ketika didongengi anak akan membentuk visualisasinya sendiri dari cerita yang didengarkan. Mempunyai  media yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika pada anak.Dapat mnenggunakan petunjuk Dongeng yang mengandung nilai kejujuran, rendah hati, kesetiakawan, kerja keras, dan nilai  positif lain yang terselip dalam setiap cerita. Anak-anak mudah menyerap nilai-nilai tersebut karena disajikan dalam bentuk cerita. Dan ini akan tertanam dalam alam bawah sadar mereka sampai mereka dewasa

 

Studi Sastra yang Diharapkan

Seperti telah dipaparkan di atas bahwa secara historis studi sastra sudah mengalami perkembangan yang menarik. Berbagai perdebatan yang muncul telah mewarnai dan justru telah menempatkan studi sastra sebagai bidang studi yang ilmiah. Akan tetapi, kendati sampai saat ini studi sastra telah “menyatakan diri” sebagai bidang studi ilmiah, pada kenyataannya orang masih memandang sebelah mata dan masih meragukan keilmiahannya. Apalagi saat ini banyak muncul kajian interdisipliner yang disertai dengan penciptaan metode dan teori yang lebih canggih. Hal demikianlah yang semakin memantapkan keraguan terhadap eksistensi studi sastra. Berkenaan dengan hal tersebut, perlu kiranya mulai saat ini ditelusuri kembali berbagai hal yang berkaitan dengan studi ilmiah sastra. Karena studi sastra tidak terlepas dari persoalan teori, metode, dan berbagai persyaratan metodologis lainnya, perlulah persoalan tersebut dicoba dipertanyakan,

dievaluasi, dirumuskan, dan ditetapkan kembali konsep-konsep studi sastra berdasarkan prosedur-prosedur ilmu sastra khususnya dan ilmu pengetahuan pada umumnya. Dengan cara demikian dimungkinkan akan ditemukan suatu pola atau bentuk ideal studi sastra yang diharapkan. Pemanfaatan bahan secara variatif dapat menarik minat siswa sehingga mereka semakin menyenangi karya sastra. Berikut contoh puisi yang dapat dijadikan media perenungan oleh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap nasib bangsanya.

 

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Universitas Muhammadiyah Malang

 

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com