Misteri Spesies Kera Terbesar Diungkap Ilmuwan

Misteri Spesies Kera Terbesar Diungkap Ilmuwan

RADARINDO.co.idSejumlah ilmuwan yang me­neliti sebuah fosil gigi me­ng­ungkap misteri spesies kera terbesar yang per­nah hidup di Bu­mi sekaligus mem­­beri penje­lasan baru mengenai evo­lusi ke­ra. Spe­sies kera ber­nama latin Gi­ganto­pithecus blacki itu diper­ki­ra­kan mencapai pan­­­jang tiga me­ter dan bo­bot tubuh 600 kilogram.

Kera tersebut, yang fosil giginya ditemukan di sebuah gua Tiong­kok, ditengarai sepupu jauh orangutan. Kedua spesies diduga punya ne­nek mo­yang yang sa­ma sekitar 12 juta tahun silam.

“Spesies ini adalah se­pupu jauh (orangutan). Ke­rabat hidup yang pa­ling dekat de­ngan spesies ini ada­lah orangutan, ke­tim­bang kera besar lainnya, se­perti gorilla, simpanse, atau ma­nusia,” ujar Dr Frido Welker dari Universitas Kopenhagen.

Riset yang dimuat dalam jurnal Nature ini didasari temuan fosil gigi molar berumur dua juta tahun. Runutan protein yang terkan­dung pada fosil itu kemudian dibanding­kan dengan kera-kera yang hidup za­man sekarang. Memperoleh kan­du­ngan protein dari fosil berumur dua juta tahun terbilang langka.

Misteri mengenai kera terbe­sar selama ini sulit diungkap karena ha­nya berdasarkan bebe­rapa fosil. Langkah ini membang­kit­kan harapan bahwa para ilmuwan bisa mengungkap kehidupan mak­hluk-makhluk purbakala, ter­masuk ma­nusia purba, yang bermukim di ka­wasan hangat.

Pasalnya, hingga kini kans untuk menemukan DNA atau protein purbakala di iklim tropis tergolong kecil mengingat kondisi sampel-sampel yang ada cende­rung cepat memburuk. Kajian ini menun­jukkan bah­wa protein purbakala kemung­kinan merupakan molekul yang paling cocok bertahan sepan­jang evolusi manusia terkini, bahkan di ka­wasan seperti Asia atau Afri­ka.

“Karenanya, di masa depan kita bisa meneliti evolusi kita sen­diri sebagai suatu spesies untuk rentang waktu yang sangat pan­jang,” jelas Dr Walker kepada BBC News.

Gigantopithecus blacki perta­ma kali diidentifikasi pada 1935 ber­da­sarkan sebuah fosil gigi. Ke­ra itu diperkirakan hidup di Asia Tenggara dari dua juta tahun lalu sampai 300.000 tahun lalu. (KRO/RD/ANS)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com