Wanita Bersuami Video Call Tanpa Busana dengan Oknum Guru SD

by -3,180 views

RADARINDO.co.id – TOBASA : Beredarnya sebuah video dan foto-foto syur oknum guru SD Negeri dengan seorang wanita bersuami (istri orang lain-red), menggegerkan warga Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Dalam video yang sempat beredar, tampak seorang pria berinisial HS yang merupakan seorang guru SD Negeri, sedang melakukan panggilan video (video call) dengan seorang wanita, sebut saja berinisial B (nama samaran).

Biasa, seseorang melakukan video call lantaran kangen untuk melihat wajah, atau ingin mengetahui posisi seseorang tersebut, maupun hal lainnya yang umumnya bersifat positif. Namun, pasangan “selingkuh” yang sedang dimabuk asmara ini, melakukan video call dibarengi dengan “nafsu”.

Pasalnya, saat menayangkan “siaran langsung” tersebut, mereka saling melepas pakaian hingga tanpa sehelai kain yang melekat dibadan, serta menunjukkan bagian-bagian tubuh paling sensitive, yang seharusnya hanya boleh dipertontonkan dengan pasangan sah yang telah resmi menjadi suami istri, dan bukan untuk dipertontonkan kepada orang lain.

Saat perempuan bertubuh agak tambun itu mengarahkkan kamera HP androidnya kebagian paling sensitivenya (vagina-red), HS diduga memanfaatkan untuk mengabadikan moment tersebut, dengan memfotonya.

Tak hanya satu, namun ada beberapa foto yang diduga “dikoleksi” HS didalam HP miliknya. Diduga, “pasangan selingkuh” itu tak hanya sekali melakukan “video call syur”. Hal itu terlihat dari tayangan video, tampak sang wanita yang berusia tak lagi muda tersebut, merasa tidak canggung menunjukkan bagian sensitivenya kepada pria yang bukan suaminya.

Terlihat, sang wanita berusaha “menari-narikan” jari jemarinya kebagian sensitivenya, sembari menggoda. Sehingga, membuat pria “teman kencan video call syur” yang berada “diseberang”, menjadi penasaran untuk “menikmati” secara langsung.

Selain “video call syur”, foto-foto syur mereka juga telah beredar luas, dan menggegerkan banyak orang, khususnya warga di Kabupaten Tobasa.

Diduga, pemeran pria yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tobasa, dan mengajar di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah Lumban Nabolon, Kabupaten Tobasa itu, sengaja mengabadikan aksi bugil wanita “selingkuhannya”, dan mempostingnya ke media sosial (medsos).

Sementara, HS saat ditemui beberapa waktu lalu untuk dikonfirmasi terkait foto screenshot yang beredar itu, mengakui kalau pasangan yang ada dalam foto syur tersebut adalah dirinya bersama seorang wanita yang bukan istrinya.

Namun, HS membantah telah menyebarluaskan foto-foto tersebut ke medsos. Menurut HS, sebelum video dan foto-foto syur tersebut beredar luas, HP miliknya hilang entah dimana. HS menduga, foto-foto tersebut disebarkan oleh seseorang yang menemukan HP miliknya yang hilang.

“Saya juga heran, kenapa bisa beredar. Memang HP saya hilang. Kemungkinan orang yang menemukan HP saya itu yang menyebarkan video dan foto-foto tersebut,” ujar HS dengan nada polos.

Beberapa sumber yang enggan disebut namanya saat ditemui ditempat berbeda, mengungkapkan hal senada. Mereka membenarkan bahwa HS merupakan oknum guru ASN dilingkungan Pemkab Tobasa, yang mengajar di salah satu SD Negeri di daerah Lumban Nabolon, Kecamatan Uluan, Kabupaten Tobasa, Provinsi Sumut.

Mereka juga menyebut, pemeran wanita dalam “video call syur” dan foto-foto syur yang beredar, merupakan istri orang lain. Artinya, mereka telah melakukan perselingkuhan.

Sumber menduga, HS sengaja menyebarkan tontonan tak senonoh tersebut demi menarik perhatian warganet, agar apa yang dilakukannya dilihat banyak orang, dengan memanfaatkan istri orang lain.

Diungkapkan sumber lebih jauh, HS diduga kerap mengajak kencan selingkuhannya tersebut. Jika wanita itu menolak lanjut sumber, HS mengancam akan menyebarkan foto-foto bugil wanita tersebut, yang selama ini memang sudah berada digenggaman HS.

“B (wanita selingkuhan HS) merupakan istri orang. B merasa tak berdaya, sehingga selalu menuruti kemauan HS, diantaranya ajakan kencan. Jika B menolak diajak kencan, maka HS mengancam akan menyebarluaskan foto-foto B yang posisinya seperti bayi baru lahir, yakni tanpa busana alias bugil,” ujar sumber.

Sementara, warga Tobasa, khususnya di Desa Lumban Nabolon Kecamatan Uluan, meminta pihak terkait, dalam hal ini Bupati Tobasa maupun pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Tobasa, agar segera mengusut tuntas kasus pornografi yang telah mencemarkan dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Tobasa tersebut.

Jika memang benar pelakunya adalah HS, pihak Pemkab Tobasa harus memberikan tindakan tegas terhadap HS, sesuai Undang-Undang yang berlaku tentang ASN.

Warga khawatir, jika “aksi bejad” HS, selaku tenaga pendidik, tetap dibiarkan tanpa ada tindakan tegas, bakal berdampak negative terhadap para anak didik, yang merupakan anak-anak warga setempat.

Selain itu, warga juga khawatir, kedepannya bukan hanya B yang menjadi korban “kebejadan” HS, namun istri-istri warga lainnya, juga bakal menjadi korban HS selanjutnya.

“Kami minta pihak Pemkab Tobasa mengusut kasus itu. Kalau memang HS terbukti bersalah, maka harus diberi tindakan tegas. Kita takutnya, kedepan anak didiknya, bahkan istri-istri orang lain, bakal jadi korban,” ungkap warga yang tidak mau disebut namanya. (KRO/RD/ERB)