Anggota Polisi Ini Rela Jual Perhiasan Istri Demi Bangun Sekolah Didaerah Terpencil

Anggota Polisi Ini Rela Jual Perhiasan Istri Demi Bangun Sekolah Didaerah Terpencil

RADARINDO.co.id – RIAU : Bripka Ralon sadar, jika hanya mengandalkan gajinya sebagai anggota polisi, tak akan cukup untuk memperbaiki bangunan sekolah Dusun Sialang Harapan, yang merupakan salah satu daerah terpencil.

Menurut anggota Ditlantas Polda Riau tersebut, dirinya baru mengumpulkan dana Rp 12,5 juta, sedangkan total dana yang dibutuhkan sekitar Rp 14,5 juta. Lalu, dia pun meminta persetujuan sang istri, Maria Farida Naibaho (30), untuk menjual perhiasan yang dimiliki untuk menutupi kekurangan dana.

“Awalnya uang kami terkumpul Rp12,5 juta, ternyata masih kurang Rp 2 juta lagi. Akhirnya istri saya setuju jual perhiasannya,” katanya, Selasa (30/10) dikutip dari Kompas.com.

Diketahui, Dusun Sialang merupakan salah satu permukiman terpencil di Desa Batu Sasak, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau

Cerita dibalik keinginan Ralon untuk membangun sekolah di daerah terpencil ternyata tak lepas dari masa lalunya. Ralon menceritakan, saat bersekolah bersama anak suku Sakai di SD 058 Kandis, Kabupaten Siak, dirinya dan teman-temannya harus menempuh belasan kilometer ke sekolah.

Pengalaman tersebut teringat kembali saat mengetahui SD 010 di Dusun Sialang Harapan yang bangunannya sudah tak layak pakai. SD tersebut sudah dibangun sejak 2006. Namun, sejak itu kondisi sekolah semakin memprihatinkan lantaran termakan usia.

“SD 010 ada di Desa Batu Sasak. Jaraknya jauh. Anak-anak harus menempuh hutan dan menyeberang sungai. Kalau air sungai naik, mereka enggak bisa ke sekolah,” kata pria kelahiran Siantar, 14 Januari 1983, tersebut.

Untuk mempercepat pembangunan sekolah, Ralon juga meminta tukang yang sedang bekerja merenovasi rumahnya untuk membantu bekerja di SD 010. Warga setempat di sekitar SD 010 juga turut membantu perbaikan sekolah tersebut.

“Saya bertemu dengan tokoh masyarakat di sana, mereka sangat membantu. Jadi saya yang tanggung dana, mereka yang bekerja. Tukang renovasi rumah saya juga saya suruh bantu dulu buat sekolah itu,” kata Ralon.

Saat ini, Ralon dan warga telah berhasil menyelesaikan pembangunan dan perbaikan SD 010. Anak-anak pun akhirnya dapat belajar dengan nyaman. Kini di sekolah itu memiliki 18 murid dan dua guru. (KRO/RD/Komp)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com