Bupati Taput Harapkan Pemuda Jadi Pelopor Bukan Pelapor

by -72 views

 RADARINDO.co.id TAPUT : Bupati Tapanuli Utara (Taput), Drs Nikson Nababan Msi, berharap agar para pemuda menjadi pelopor dan bukan pelapor, serta memiliki jiwa ingin berubah, ingin maju, dan tidak ingin tertinggal.

Hal ini disampaikan Bupati ketika menjadi narasumber bersama Kapolres Tapanuli Utara Horas M Silaen, Dandim 0210/TU Rony Agus Widodo, dan Ketua PWI Bona Pasogit Posma Simorangkir, serta beberapa pemuda pelopor, pada forum diskusi Kepemudaan yang mengangkat tema ‘Bersama Pemuda Kita Maju’, di sopo Rakyat Kanopi rumah dinas Bupati Taput, Jum’at (25/10).

Bupati juga menjelaskan langkah-langkah yang telah dilaksanakan selama 5 tahun kepemimpinannya. Diantaranya pada sektor pertanian dengan melakukan program pupuk bersubsidi bayar pasca panen, pasar lelang dan jaminan harga komoditi pertanian, penyediaan bibit pertanian dan Alsintan, serta pembukaan jalan pertanian.

“Langkah awal saya setelah menjabat sebagai Bupati adalah memetakan segala permasalahan dan dilanjutkan dengan menyusun program-program sebagai solusi terutama pada sektor pertanian, SDM, kesehatan dan infrastruktur dengan konsep ‘Membangun Tapanuli Utara mulai dari Desa. ‘APBD kita prioritaskan untuk mewujudkan visi misi tersebut dengan pertimbangan yang rasional dan etis sesuai kebutuhan utama masyarakat secara umum,” ucapnya.

Pada Forum diskusi sekaligus talkshow yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Taput bekerjasama dengan televisi lokal itu, Bupati memaparkan beberapa rencana program pembangunan kedepannya termasuk cita-cita pendirian Universitas Negeri Tapanuli Raya.

“Kalau pemuda turut dibelakang saya maka saya akan semakin semangat dan berani di depan untuk memperjuangkan kemajuan Tapanuli Utara. Kita harus bersama memperjuangkan pendirian Universitas Tapanuli Raya yang akan memberikan multi efek bagi masyarakat,” katanya.

Sementara, Dandim 0210/TU, Rony Agus Widodo, dalam paparannya menjelaskan tentang perkembangan kepemudaan dari sisi presfektif militer.

“Sekarang ini perang yang terjadi adalah perang yang tidak tampak, yaitu ‘proxywar’ yang bertujuan untuk menghancurkan Indonesia, dan membenahi ahlak pemuda agar mampu menjadi pemimpin masa depan,” ucap Dandim.

Sedangkan, Kapolres Taput, Horas M Silaen, menjelaskan beberapa implementasi yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Perilaku pemuda Tapanuli Utara lanjutnya, harus mampu menjadi ‘agent of change dan agent of development’. (KRO/RD/IBS)