Warga Taput Resah, Menara Lampu Penghias Jalan Dibangun Ditengah Trotoar untuk Pejalan Kaki

Image: Warga Taput Resah, Menara Lampu Penghias Jalan Dibangun Ditengah Trotoar untuk Pejalan Kaki

RADARINDO co.id – TAPUT : Kota Muara Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Sumatera Utara, merupakan salah satu objek wisata kebanggaan masyarakat didaerah tersebut.

Guna menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke kota Muara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Taput, menghiasi Ibukota Kabupaten Taput itu agar tampak lebih indah.

Apalagi, saat ini Bandar Udara Silangit di daerah itu sudah menjadi bandara bertaraf Internasional, sehingga para wisatawan khususnya dari negara-negara lain, sudah sangat mudah untuk berkunjung ke kota Muara.

Dari pantauan, Senin (21/10), di sepanjang jalan mulai dari Bandara Silangit menuju kota Muara, telah tampak indah, apalagi telah dibangun Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. Memang, didaerah itu banyak terdapat perbukitan dan jurang, sehingga sangat perlu dibangun TPT.

Selain pembangunan TPT, Pemkab Taput juga melakukan pembangunan menara-menara lampu hias disepanjang jalan, sehingga daerah itu tampak lebih indah.

Namun, keindahan dari pembangunan menara-menara lampu tersebut, malah membuat resah warga Taput, khususnya yang bermukim di kota Muara. Pasalnya, menara-menara itu, dibangun tepat ditengah-tengah trotoar jalan, yang seharusnya dikhususkan untuk para pejalan kaki.

Akibatnya, para pejalan kaki harus ekstra hati-hati dan naik turun dari trotoar ke bibir jalan, guna menghindari pengendara yang melintas di jalan tersebut.

Menurut salah satu warga setempat yang enggan menyebut namanya, baru-baru ini telah terjadi kecelakaan di salah satu ruas jalan tersebut. Dimana, pengendara roda dua menyerempet pejalan kaki yang berjalan di bibir jalan, dan merenggut korban jiwa.

Guna mengantisipasi kejadian terulang lagi, warga berharap agar pemerintah daerah setempat memperkecil menara-menara lampu tersebut, atau membuat jarak tiang menara-menara lebih renggang, dan tidak terlalu rapat seperti saat ini.

“Sehingga kami sebagai pejalan kaki dapat mempergunakan trotoar, yang memang selayaknya untuk para pejalan kaki, dapat berjalan lebih aman dan nyaman,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan salah seorang warga lainnya, R Lumban-Raja, yang menyebut bahwa menara-menara lampu tersebut telah membuat warga pejalan kaki. Menurutnya, menara-menara itu tidak dibangun terlalu banyak, sehingga ada tempat untuk pejalan kaki berjalan diatas trotoar.  KRO/RD/Saut S

www.radarindo.co.id
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com