KPK Periksa Mantan Gubernur Jawa Barat

KPK Periksa Mantan Gubernur Jawa Barat

RADARINDO.co.id – JAKARTA : Mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan (Aher) selesai diperiksa selama 3,5 jam sebagai saksi terkait kasus dugaan suap proyek Meikarta. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sekda Jawa Barat, Iwa Karniwa.

“Saya ditanya, pertama Jawa barat kan ada Kepgub tentang RDTR apa hubungan tentang BKPRD selama 2010-2011 itu dikepalai oleh Sekda. Pada 2016, berda­sarkan Kepgub yang baru, yaitu Kepgub 120 Tahun 2016, ada pergantian yang asalnya BKPRD Pak Sekda diganti Pak Wagub. Sekda jadi wakil ketua tadi ditanyakan kenapa diganti,” kata Aher setelah diperiksa di Gedung KPK, Jum’at (4/10) kemarin.

Deddy Mizwar menjabat Wakil Gu­bernur Jabar ketika Meikarta ramai diper­bincangkan. Aher mengatakan, per­gantian itu sudah sesuai dengan aturan.

“Saya jawab tentu pergantian itu sesuai aturan sesuai dengan konsultasi ke ber­bagai tempat, termasuk di analisa biro hu­kum pergantian itu boleh. Yang tidak boleh kalau Wagub turun. Wagub dari penang­gungjawab jadi ketua boleh. Jadi tidak ada masalah secara hukum,” terangnya.

Aher keluar dari Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, sekitar pukul 18.30 WIB. Aher menjalani peme­riksaan sebagai saksi selama 3,5 jam, setelah tiba di KPK sejak pukul 13.00 WIB.

Aher me­nga­ku mengetahui tentang rencana mega proyek Meikarta yang digarap PT Lippo Cikarang. Namun Aher mengaku tak tahu soal lebih detail. “Saya tentu kalau rencana ada penye­suaian, saya tahu. Kalau detail prosesnya, saya tidak tahu,” ujarnya.

Aher mengatakan, proyek Meikarta awal­nya seluas 84,6 hektare. Luasan itu disebut Aher sudah beres segala urusan peri­zinannya.

“Jadi bagaimana RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) itu dibahas di DPRD Kabupaten Bekasi, setelah dibahas dise­tujui bersama bupati, dikirim ke provinsi, ada proses lebih lanjut sampai proses akhirnya ada persetujuan substansi dari gubernur,” kata Aher.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka baru dalam dua perkara berbeda terkait proyek Meikarta. Mereka adalah eks Presiden Direktur Lippo Cikarang Bartholomeus Toto dan Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa. Iwa diduga menerima suap Rp900 juta. Duit itu diduga terkait pengurusan Peraturan Daerah tentang RDTR Kabupaten Bekasi.

Sedangkan Toto dijerat KPK sebagai tersangka karena diduga memberi suap kepada eks Bupati Bekasi Neneng Hassa­nah Yasin. KPK menduga Toto merestui pemberian duit Rp10,5 miliar kepada Neneng untuk memuluskan perizinan Meikarta. (KRO/RD/ANS)

 

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com