Pangulu Nagori Bandar Betsy I Dituding Intimidasi Kampak

Pangulu Nagori Bandar Betsy I Dituding Intimidasi Kampak

RADARINDO.co.id-Simalungun: Terkait dugaan ancaman dan intimidasi diduga dilakukan oknum Pangulu  Nagori Bandar Betsy I Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, kepada salah seorang wartawan media cetak mingguan, yang juga Pengurus Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (KAMPAK) Batubara. Kecewa dengan cara tidak wajar diduga dilakukan oknum Pangulu Nagori, aktivis Kampak Simalungun akan melakukan aksi damai, mengecam prilaku tersebut.

Demikian informasi menurut Asro aktivis KAMPAK saat di temui *RADARINDO.co.id Sabtu (28/09/2019) sekira pukul 11. 12 Wib, di Water Park Banyuwangi  Lima Puluh.

Ia mengutuk dan mengecam keras tindakan yang di lakukan oknum Pangulu tersebut. “Bersama dengan teman –  teman aktivis Kampak Batubara dan Simalungun kami akan Kepung Kantor Pangulu,” katanya.

Lebihlanjut, Asro mengatakan tidak boleh ada tindakan yang merendahkan apalagi mengancam profesi wartawan, ujarnya. “Kita akan lakukan aksi besar –  besaran jika memang benar  oknum pangulu itu mengintimidasi wartawan, kita lihat saja nanti, kita akan bangun konsolidasi bersama kawan kawan Simalungun,” tegas asro.

Berdasarkan keterangan sumber, kejadian berawal dari pemberitaan terkait kantor Pangulu Nagori Bandar Betsy I yang sering tutup pada masa jam kerja, yang ditulis wartawan salah satu mingguan Ahmad Gojali Pasaribu.

Oknum Pangulu Nagori Bandar Betsy I merasa tidak terima karena isi pemberitaan yang dianggap tidak benar dan merasa difitnah. Hingga berlanjut dugaan pengancaman dan intimidasi serta  melontarkan kata – kata kasar,  makian terhadap oknum wartawan.

Mestinya oknum Pangulu Nagori Bandar Betsy I tidak perlu marah apalagi sampai mengeluarkan kata kata kotor. Silakan sampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi ke kantor redaksi, agar disampaikan bentuk isi keberatan atas pemberitaan dimaksud, sesuai UU pokok Pers No. 40 tahun dan kode etik jurnalistik.

Berdasarkan peraturan perundang undangan wartawan tidak dapat dikenakan delik pidana berkaitan berita.

Dalam UU Pokok Pers juga ada pasal yang bahwa menghalang halangi tugas wartawan dapat diancam penjara 5 tahun atau denda Rp500 juta.

Hingga berita ini dilansir, Pangulu Nagori Bandar Betsy I belum bisa di hubungi untuk konfirmasi. Bagaimana sikap aktivis Kampak. Benarkah mereka berani mengepung kantor Panghulu Nagori Bandar Betsy I. Kita tunggu. (KRO/RD/D.SAMOSIR)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com