Musdes Ricuh Camat Way Pergi Tinggalkan Tempat

Musdes Ricuh Camat Way Pergi Tinggalkan Tempat

RADARINDO.co.id-Pesawaran: Persoalan di kecamatan Way agaknya terus meruncing. Warga merasa curiga ada yang tak becus dalam tata pengelolaan pemerintah desa Mada Jaya, khususnya terkait realisasi Dana Desa (DD). Sehingga menjadi salah satu pemicuh sehingga camat Way terpaksa pergi meninggalkan tempat Musyawarah Desa (Musdes).

Berdasarkan informasi yang disampaikan sumber, Camat kecamatan Way Khilau Ahmad Rosani, kabupaten Pesawaran, Lampung, belum bisa menyelesaikan gejolak hangat masyarakat di desa Mada Jaya. Pasalnya, Jum’at ( 27/9/2019  ketika diadakan Musyawarah Desa (Musdes) di balai desa setempat, yang dipasilitasi BPD untuk camat memimpin rapat.

Didalam penyampaian camat dan sekcam ingin permasyalahan masyarakat tersebut cepat terselesaikan dengan hati tenang dan damai. Entah siapa yang memulai tiba tiba suasana mulai ricuh. Kata sambutan camat pada pembukaan musyawarah desa. Namun Camat Way Khilau Ahmad Rosani tetap 0menyampaikan apa titik permasalahan dimasyarakat. Bahkan camat dengan tegas menolak pengembalian 9 orang  sisa aparat desa lama yang telah dipecat oknum kades Sutrisna dengan dalih kades masih pemberhentian sementara.

Karena belum ada Pj yang untuk menggangkat aparat lama itu, padahal camat mengetahui pokok awal permasalahan masyarakat gejolak belum meredah sehingga belum kunjung selesai.

Merasa suasana mulai tegang, dan diprediksi bisa ricuh, oknum camat tiba tiba pergi meninggalkan tempat. Hal ini sempat membuat heran warga dan peserta rapat. “Kami heran kenapa Camat pergi meninggal area rapat. Padahal rapat belum ada kesimpulan yang disampaikan sehingga kami heran,” kata salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara itu, menurut bupati Lembung imformasi rakyat (LIRA) kabupaten Pesawaran yang menjadi kuasa dari pada ke 16 aparat lama yang di pecat tanpa mengikuti dasar perbendagri, mengatakan apa yang camat takuti untuk mengembalikan ke 9 aparat desa dari 16 orang.

“Sudah dikembalikan 7 orang, sisa 9 aparat lagi, kalau sudah di kembalikan semuanya tinggal minta aparat lama buat pernyataan bertanggung jawab sepenuhnya apabila dikemudian hari ada pihak pihak menuntut,” ujar bupati LIRA Pesawaran, Rudi Hartono SH.

Lebihlanjut dikatakanya, ia bersama kawan kawan akan mempertanyakan dana desa tahun 2019 ini, dari pagu anggaran terpampang dibalai desa.

“Karena permasalahan desa Mada Jaya tidak kunjung selesai hinga saat ini, dan apa yang ditakuti camat, kalau termen dua dan tiga ini tidak ada masalah kenapa harus takut,” katanya lagi, sembari akan mempertanyakan dana yang terpampang dibalai desa.

Disebutkan alokasi DD yang terpampang antara lain DD Rp1,486,323,000. BHP Rp17,666,945. Anggaran DD Rp570,650,548 atau total sebesar Rp2,070,640,945.

Untuk bidang penyelengaraan pemerintah desa Rp836,405,000. Pelaksanaan pembangunan Rp802,200,000. Pembinaan masyarakat desa Rp258,560,000. Pemberdayaan masyarakat desa Rp134,275,000. Penanggulangan bencana keadaan darurat dan mendesak Rp43,200,000. Pembiayaan Rp35,000,000.

Hingga berita ini dilansir, kades, camat dan bupati Pesawaran belum bisa dikonfirmasi. Hal yang sama, Kejaksaan Negeri Pesawaran yang merupakan TP4D belum memberikan tanggapan terkait realisasi dana desa Mada Jaya yang belakangan ini menjadi sorotan warga. (KRO/PSWR/AM)

Koran Radar

KORAN RADARONLINE KR TV hadir sebagai media online dengan konten berita dan informasi terkini. KORAN RADARONLINE KR TV “Penyambung Lidah Rakyat” membangun eksistensi dan jaringan berita “Terkini dan Terpecaya”, dari berbagai sumber Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun swasta.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com