Wanita Ini Ngaku Kecanduan Hubungan Intim dengan Anak Kandung

by -2,586 views

RADARINDO.co.id – SUKABUMI : Pengakuan seorang iburumahtangga berinisial SR di Sukabumi yang merupakan pelaku pembunuhan terhadap anak tirinya, sangat mengejutkan.

Pasalnya, SR mengaku kecanduan dan kerap berhubungan intim dengan dua anak kandungnya yang masih remaja. Tindakan tak terpuji yang dilakukan SR itu, lantaran suaminya sudah tidak mampu lagi memberikan kepuasan nafkah bathin.

Pengakuan SR tersebut disampaikan saat diperiksa polisi. Tak hanya sekali, bahkan SR telah berulang kali melakukan hubungan intim dengan anak kandungnya sendiri berinisial RG (16) dan R (14).

Aksi bejat SR dan anak-anaknya dilakukan di rumahnya di Kampung Bojongloa, Desa Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, saat sang suami sedang tidak berada di rumah.

Suami SR yang diketahui kerja serabutan, lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah. Hal itu kemudian dimanfaatkan SR untuk melakukan hubungan sedarah dengan dua anak kandungnya sendiri.

Tanpa malu, SR menceritakan bagaimana ia dan anak kandungnya melakukan hubungan badan. SR mengaku lebih sering melakukan hubungan badan dengan anak yang paling besar.

Perilaku menyimpang yang dilakukan anak-anak SR diduga dipengaruhi seringnya nonton video porno. Hal ini membuat anak-anak remaja itu nekat melakukan hubungan intim dengan ibu kandung.

“Sering menonton video porno dari telepon genggamnya. Keduanya berhalunisasi lalu melampiaskan dengan ibu kandung,” ujar Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi.

Sang ibu ternyata tak melarang perbuatan buruk anaknya. SR malah berinisiatif melayani hubungan seks kedua anaknya. “Ibunya ini juga bukannya melarang, malah meladeni setiap anaknya mau hubungan intim,” kata AKBP Nasriadi.

“Ibu (saya) yang ngajak. Ya abis mandi aja, dia lagi pada nonton TV. Iya (buka handuk), pada mau dia. Bertiga aja,” kata SR, dilansir dari Tribunnews.com.

Menurut SR, hubungan intim yang dilakukan dengan kedua anak kandungnya itu dilakukan dengan secara spontan. “Gak tahu pak, kepingin aja,” kata SR menjawab pertanyaan AKBP Nasriadi dalam jumpa pers di Mapolsek Cibadak Sukabumi, Selasa (24/9) lalu.

Dua putra SR yang berusia 16 dan 14 tahun hanya tertunduk saat ibu kandung mereka menceritakan peristiwa yang sangat memalukan itu. Menurut SR, ia lebih sering melakukan hubungan intim dengan anaknya yang besar.

“Lebih banyak begituan dengan yang gede, karena sudah gede (dewasa) sama yang 16 tahun tiga kali. Kalau sama yang 14 tahun dua kali,” ujarnya.

Terungkapnya hubungan seks antara ibu dan anak ini berawal dari penemuan jasad NP, gadis balita berusia 5 tahun. Awalnya, jasad korban ditemukan tersangkut ditepi sungai Cimandiri, Kawasan Kampung Platar RT 02/06 Desa Wangunreja, Kabupaten Sukabumi. Rupanya, korban NP dibunuh oleh ibu angkatnya sendiri yakni SR.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, korban dibunuh dengan keji. Dari hasil autopsi, korban memiliki luka memar melingkar di leher, lidah patah, memar akibat benda tumpul pada kelamin dan selaput darah robek.

“Berdasarkan hasil autopsi tersebut dilakukan penangkapan terhadap ibu angkat korban yaitu Saudari SR kemudian anaknya RG dan R,” kata Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi dalam keterangannya, Selasa.

AKBP Nasriadi menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan terhadap pelaku, SR mengakui bahwa dirinya yang telah melakukan penyiksaan terhadap korban sampai korban meninggal dunia, yakni dengan cara memukul dan anaknya berinisial R yang mencekik korban.

“Pada hari Minggu itu kejadiannya adalah pada saat korban mandi dilihat oleh tersangka RG, kemudian langsung diperkosa. Saat pemerkosaan berlanjut, datanglah R melihat adiknya memperkosa adik angkatnya itu. Kemudian bergantian RG melakukan pemerkosaan kemudian R melakukan pemerkosaan,” terang AKBP Nasriadi.

Saat itu, ibu tiri korban (SR) yang melihat kejadian tersebut, juga turut  mencekik korban sampai tewas.

“Yang lebih dzalim lagi adalah setelah korban dicekik, ibu kandung bersama anak kandung si RG ini melakukan hubungan intim di dekat mayat alamarhum. Setelah melakukan hubungan intim, dan korban meninggal dunia, mereka bertiga membawa korban sekitar 900 meter dibuang ke Sungai Cimandiri,” ujarnya. (KRO/RD/Trb)