Indonesian Eco Film Festival Hadir di Jakarta

by -49 views

RADARINDO.co.id – JAKARTA : Indonesian Eco Film Festival (IDEFF), yang merupakan festival film mengenai lingkungan hidup

(environment), untuk pertama kalinya di Indonesia, akan hadir di Jakarta pada 11-20 Oktober 2019 mendatang. Akan ditayangkan 13 film terpilih pada festival tersebut.

Festival ini diselenggarakan oleh LiveLife, platform untuk membantu menyelenggarakan acara menarik dengan menemukan tempat dan komunitas yang sesuai.

LiveLife berpartner dengan berbagai pihak baik film maker, organisasi lingkungan hidup, kedutaan besar dan pusat kebudayaan, beserta

perusahaan.

Akan ada 4 tema utama yang diangkat di festival ini yang berhubungan dengan dampak masalah lingkungan seperti tenggelamnya Jakarta, masalah sustainability oleh konsumsi berlebihan dan pemborosan sumber daya alam, pengelolaan sampah termasuk plastik dan pembuangan sampah sembarangan, serta alam dan flora fauna termasuk konservasi dan keanekaragaman hayati.

Penonton akan dimanjakan dengan berbagai macam pilihan film, dimulai dari pembukaan yang menayangkan 2 film yakni Story of Stuff mengenai siklus produksi barang dan konsumerisme yang berlebihan, dan Wasted mengenai pemborosan makanan berlebihan dan cara mengatasinya.

Kemudian, diikuti dengan True Cost dokumenter industri fashion dan dampak lingkungan. Akan ada penayangan film menarik mengenai masalah yang sering dihadapi di Jakarta melalui dokumenter menata pipa air Jakarta yang menjadi salah satu sebab tenggelamnya Jakarta, beserta cerdik kelola plastik dan pulau plastik.

Selama sepuluh hari festival berlangsung, screening film akan dilakukan di berbagai tempat yaitu di GoWork Coworking Space, GoFood Festival GBK, dan IFI (Pusat Kebudayaan Prancis), sehingga dimanapun penonton berada dapat secara mudah mengakses lokasi penayangan.

Tidak hanya masalah di Jakarta, juga akan dibahas ekosistem alam dan permasalahannya melalui film: Tale of a Forest mengenai ekosistem hutan asri di Finlandia, dan Colony mengenai pentingnya peran lebah dalam menjaga ekosistem alam.

Selain mengenai pemborosan makanan, festival ini juga akan menyentuh topik industri peternakan yang ramah lingkungan melalui film: The Day & The Year, peternakan kambing & domba skala kecil

di Austria, dan Cowspiracy mengenai efek industri peternakan sapi terhadap lingkungan dan bagaimana memecahkan masalah tersebut.

Sebelum ditutup, penonton juga dapat belajar dari pengalaman seorang warga Amerika yang meninggalkan kehidupan mewahnya untuk hidup sangat sederhana demi mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan melalui film: The Impact Man. (KRO/RD/Fri)