Viral, Daging Rendang Berisi Narkoba

by -46 views

RADARINDO.co.id : Video yang memperlihatkan daging rendang yang dibelah berisi gelondongan plastik diduga merupakan obat-obatan terlarang, tersebar di media sosial Twitter sejak, Kamis (19/9).

Video berdurasi 45 detik ini telah di-retwit sebanyak lebih dari 23.100 kali dan telah disukai sebanyak 17.600 kali oleh pengguna Twitter lainnya. Beberapa warganet mengira, video tersebut terjadi di Indonesia.

Kepala Biro (Karo) Humas dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN), Sulistyo Pudjo, mengungkapkan bahwa video itu terjadi di Nigeria, Afrika Barat. Namun, pihaknya belum tahu di mana dan kapan terjadinya tindakan pemotongan daging berisi gelondongan narkoba berbungkus plastik itu.

“Untuk tempat dan waktu kejadian, saya juga tahunya dari berita Nigeria. Silahkan cek ke Jacarandafm,” ujar Pudjo saat dikonfimasi, dilansir dari Kompas.com, Sabtu (21/9).

Jacarandafm adalah merupakan stasiun radio Afrika Selatan yang siarannya menjangkau Gauteng, Limpopo, Mpumalanga, dan Provinsi North West.

Adapun dalam pemberitaan Jacarandafm, artikel disebutkan dalam judul “Drugs Inside Cooked Meat”. “Sudah ketahuan, (kejadiannya) di Nigeria. Saya juga tahunya dari berita Nigeria www.jacarandafm.com dengan judul ‘Drugs Inside Cooked Meat’,” ujar Pudjo.

Sebelumnya, video pemotongan daging yang berisi gelondongan obat terlarang diunggah oleh pengguna Twitter bernama Yusuf Abramjee, @Abramjee pada Senin (16/9).

Yusuf Abramjee adalah seorang konsultan yang juga menjabat sebagai Direktur Komunikasi Global Crime Stoppers International (CSI). Melalui akun Twitter-nya, Abramjee menuliskan: “How criminals smuggle drugs! (Bagaimana penjahat menyelundupkan narkoba)

Atas unggahan tersebut, twit Abramjee mendapat respons sebanyak 2.100 kali dan telah disukai sebanyak lebih dari 1.900 kali oleh pengguna Twitter lainnya.

Pudjo mengatakan bahwa setelah viral di akun Twitter Yusuf Abramjee dan diberitakan di stasiun radio Afrika Selatan, Jacarandafm, kemudian video itu viral di Indonesia. Saat viral di media sosial Indonesia, Pudjo mengaku sudah mendapatkan video tersebut sejak Rabu (18/9)

Lalu, ia menelusuri sumber video tersebut dari dalam negeri maupun luar negeri untuk mencari tahu kebenarannya. Awalnya, Pudjo mengira bahwa video tersebut berasal dari Malaysia, karena sempat terpintas logat yang digunakan seperti pelafalan bahasa Melayu. “Saya sudah tanya ke orang Malaysia, belum tahu juga,” ujar Pudjo.

Tidak menyerah di situ, Pudjo kembali meneruskan penelusuran hingga ia mengonfirmasi ke Kementerian Luar Negeri di Filipina, Thailand, dan Singapura. Namun, hasilnya tetap nihil.

“Saya tanyain ke Kementerian Luar Negeri di Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, mereka juga belum tahu,” ujar Pudjo.

Ia juga sudah menanyakan kepada pihak Kepolisian RI atas beredarnya video masakan rendang yang berisi narkotika. Hingga kini, penelusuran dimana lokasi dan kapan kejadian, serta pelaku pembungkusan narkoba dalam daging rendang masih dalam pencarian kepolisian yang bersangkutan. (KRO/RD/Komp)