Tak Ada Petasan, 3 Oknum Polisi Letuskan Senpi ke Udara di Acara Begawi Lampung

Tak Ada Petasan, 3 Oknum Polisi Letuskan Senpi ke Udara di Acara Begawi Lampung

RADARINDO.co.id – LAMPUNG : Dari hasil pemeriksaan terhadap tiga oknum anggota kepolisian yang meletuskan senjata api (senpi) di acara adat Lampung di Kotabumi, Lampung Utara, aksi itu diketahui hanya spontanitas karena tidak adanya petasan untuk meramaikan acara.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, ketiga oknum polisi itu adalah Bharatu AI, Bripka MF, dan Briptu OK. Ketiga oknum ini adalah bagian dari keluarga yang melaksanakan adat begawi tersebut.

Menurut Zahwani, aksi yang viral di media sosial itu terjadi pada hari ketiga begawi, yakni pada Minggu (15/9). Dua hari sebelumnya, memang ada acara adat di kediaman H Firdaus Amin yang berada di Jalan Abrati, Kelurahan Kotabumi Udik, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara.

“Prosesi adat ini berlangsung selama tiga hari sejak Jum’at. Acara hari minggu itu adalah turun mandi, penghargaan pemberian gelar,” katanya, Kamis (19/9).

Biasanya, kata Zahwani, acara turun mandi ini dimeriahkan dengan bunyi-bunyian letusan seperti mercon atapun petasan. Namun, pada hari itu, panitia acara kehabisan petasan atau mercon.

“Tiga oknum ini bagian dari keluarga yang melangsungkan acara. Ketiganya lalu berinisiatif menggunakan senjata api, untuk memeriahkan acara,” katanya.

Namun, tambah Zahwani, karena menggunakan senjata api milik Polri, ketiganya harus memberikan keterangan di Bidpropam Polda Lampung. “Tidak ada korban jiwa. Kita tunggu lebih lanjut hasil pemeriksaan Bidpropam Polda Lampung,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang diunggah akun Instagram @seputar_lampung ini menjadi viral lantaran acara adat Lampung (Begawi) yang lazimnya dimeriahkan bunyi-bunyian menggunakan petasan atau mercon, justru menggunakan senjata lasar panjang dan pendek.

Pada video berjudul “Prosesi Begawi di Kotabumi, Lampung Utara Diwarnai Tembakan ke Udara” yang berdurasi sekitar 48 detik dan telah ditonton sebanyak 29.801 kali itu, terlihat seorang pria memakai jaket sweater berponco warna abu-abu menembakkan senjata laras panjang.

Sejumlah anak-anak yang berada di lokasi terlihat berebut memungut benda yang diduga selongsong peluru. Tak lama berselang, seorang menggunakan jas hitam dan kopiah adat menembakkan senjata laras pendek sebanyak lima kali ke udara.

Kemudian, seorang memakai batik merah dan berkopiah juga menembakkan senjata laras pendek sebanyak tiga kali di udara. (KRO/RD/Komp)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com