Polres Dairi Bantah Tangkap Lepas Illegal Loging

Polres Dairi Bantah Tangkap Lepas Illegal Loging

RADARINDO.co.id-Sidikalang: Oknum perambah hutan secara liar, illegal loging di kabupaten Dairi, masih leluasa melakukan aksi membabat kayu dari hutan negara. Anehnya, praktek illegal loging terindikasi terjadi pembiaran oleh oknum penegak hukum.

Belum lama ini pihak Kepolisian berhasil menangkap oknum pelaku perambah hutan di Dairi. Informasi yang beredar hutan dengan barang bukti kenderaan Dum Truck dan beberapa kubik kayu olahan diamankan. Konon kabarnya barang bukti tersebut sudah tidak ada lagi di TKP.

Hal ini disampaikan sumber yang tidak mau disebutkan namanya. Oknum pelaku illegal loging berhasil diamankan pada bulan Mei 2019 sekitar pukul 15.45 Wib, di Desa Bandar Huta Usang, Dusun Pispis, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi. Masyarakat Dairi merasa kecewa karena penangkapan illegal logging diduga tidak di proses hukum.

“Saya merasa sangat kecewa dengan tindakan yg di lakukan pihak Polres, karena saya menganggap hasil kerja keras Tim kami tidak di Hargai, begitu juga rasa kecewa masyarakat si pemberi informasi, tentunya merasa kecewa juga kepada saya. Karena dengan jangka waktu tiga hari, Truck tersebut sudah kembali kepada pemiliknya,” ujar sumber.
Sumber menambahkan, terjadinya proses tangkap fan kini sudah lepas tersebut, di duga kuat adanya hubungan kedekatan bos illegal loging SS dengan oknum aparat penegak hukum. Sehingga dengan mudahnya SS diduga melakukan perambahan hutan lindung. SS yang notabene menjabat sebagai salah satu kades di kabupaten Dairi.
Sebelumnya penangkapan di TKP sumber sudah menemui SS berada tidak jauh dari TKP situasi kayu sedang di muat ke dalam truck.
Berdasarkan keterangan sumber, proses penangkapan SS diduga bos illegal loging terbilang sangat santai, seperti tidak ada masalah. RADARINDO.co.id GROUP KORAN RADAR mencoba melakukan konfirmasi via WA. Menurut sumber ada indikasi tangkap lepas. Pihak Polres membantah tudingan yang disampaikan sumber.
Berikut ini rekaman percakapan wartawan saat melakukan konfirmasi antara lain:

Wartawan:
“Ijin Pak Kapolres, Selamat Pagi, ini dengan Nurlely Br.Panggabean, Wartawan Dairi, Dari media Radar Indonesia, apa saya dan Tim boleh jumpa dengan Bpk Hari ini, mhn petunjuk pak ?”

Wartawan:
“Siapa kira” yg bisa kami jumpai di polres pak ? Yg bisa mewakili bpk ?”

Polres:
“Setau saya mas media itu koordinasinya ke kasat reskrin klu beritanya mengenai kasus pidana”.

Polres:
“Maksudnya sy gak paham ibu”,.

Polres:
“Klu lalulintas ke kasat lts”.

Polres:
“Demikian ibu”.

Wartawan:
“Benar pak, tp saya izin dulu sm bpk, krn berita ini, terkait dgn nama bpk..mknya saya langsung ke bpk”.

Polres:
“Silahkan aja bu ke kasat”.

Polres:
“Mengenai apa itu ibu terkait sy”.

Wartawan:
“Diduga Tangkap lepas penangkapan kayu di desa bandar huta usang pak..dan nara sumber kami mintak itu unt di terbitkan”.

Polres:
“Kan bs ibu tanyakan ke sy lgsg”.

Polres:
“Ohhh… sy kira berita apa tadi”.

Polres:
“Ibu itu silahkan ke kasat”.

Polres:
“Jd kita tdk ada yg tangkap lepas”.

Polres:
“Dan spt kej ini sdh berulang2 di tanyakan dr rekan2 media”.

Polres:
“Semua proses berjalan”.

Polres:
“Jd proses hukumx lanjut kog ibu mungkin tdk lama lg itu sdh p21”.

Polres:
“Penyidik tinggal mwlengkapi berkas sesui juk dr kejaksaan”.

Polres:
“Bbx msh ada di polres dan kss ini sdh kita lap kep pimpinan kiya”.

Polres:
“Tak tsk hrs kita ditahan ibu ada dasatx itu ibu …”.

Polres:
“Namun biar lbh jlsnya silahkan ditanya langsung kpd kasar reskrim ibu. Trimakasih”.

Wartawan:
“Oh..bgt pak, trimakasih pak,saya rasa keterangan bpk ini,sdh cukup unt melengkapi berita kami”.

Polres:
“Tdk lama lagi itu sdh P21 bu…”.

Wartawan:
“Mksh jg bapak”.

Wartawan:
“Itu dugaan bpk”.

Wartawan:
“Apa yg bpk katakan akan kami tulis, bgt jg keterangan nara sumber kami”.

Wartawan:
“Dan itu dasar kami buat berita, tdk semerta merta menuduh bpk”.

Polres:
“Sekali lagi ibu tdk semua tsk harus ditahan dan itu ada dasar hukumx dan itu sepenuhnya di penyidik keputusannya ibu… jd bukan tangkap lepas ibu… maaf ibu ….”.

Polres:
“Sdh berulang2 ini ibu diberitakan dan kami sdh jawab itu ibu…”.

Wartawan:
“Hehehe..apa saya tdk boleh bincang2 dgn bpk Kapolres kami”.

Polres:
“Klu tdk salah minggu ini sdh clear itu ibu”.

Polres:
“Seharusnya lgsg dicek atau ditanyakankw reskrim ibu…”.

Wartawan:
“Slmt pg bpk..”.

Polres:
“Oh ia ibu… itu berkasx sdh dikirim ke kejaksaan baru sy tanya kasat reskrim… kita tunggu saja petunjukndr kejaksaan .. trimaksih ibu selamat pagi”.

Wartawan:
“Satu pertanyaan lg pak, kira2 tgl berapa di limpahkan kekejaksaan pak ?”.

Polres:
“Sama2 ibu”.

Polres:
“Sangat boleh ibu”

Polres:
“Sy tdk tanyakan td ibu silahkan dicwk aja ke reskrim ya bu.. itu kan menyangkut teknis ibu ku….”.

Wartawan:
“Oke pak..”.

Polres:
“Trimakasih buat waktunya”.

Wartawan:
“Ijin ndan sudah p 19 dgn petunjuk foto di tkp ndan senin di kirim kembali ndan berkas ke jpu trims ndan”.

Polres:
“Itu ibu wa dr kst reskrim”.

Polres:
“Ok ibu trims ya👍”.

Wartawan:
“Slmt Siang Pak, kami sudah tindak lanjuti mengenai keterangan yg bpk berikan kpd saya lewat WA, hasil nya, pihak kejaksaan mengatakan,bahwa berkas tentang penangkapan kayu di dusun Pispis,blm diserahkan pihak Polres kpd mereka,msh sebatas SPDP, sementara keterangan bpk,dlm jangka waktu dekat sdh P21, gmn ceritanya ini Pak ? Mhn petunjuk pak..”.

Polres:
“Silahkan konfirmasih lgsg ke kasat reskrim bu..”.

Wartawan:
“Ini keterangan Bpk kpd saya..”.

Wartawan:
“Sudah pak, justru keterangan yg bpk berikan kepada saya, berbeda dgn keterangan anggota bpk…”.

Polres:
“Ya sdh ibu… trims”.

Wartawan:
“Kami tdk ketemu dgn pak kares, krn pak kasat tdk berada di tempat”.

Polres:
“Sy td coba tanyakan ke kasat”.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com