Koko Klarifikasi Soal Gagalnya Jadi Anggota Paskibraka

by -106 views

RADARINDO.co.id : Nama Koko Ardiansyah belakangan menjadi terkenal setelah videonya yang bercerita kegagalannya menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskribraka) viral di media sosial.

Belakangan, video lainnya yang merekam klarifikasinya juga ramai diperbincangkan. Di akun Instagram potretlabura, video berjudul “Klarifikasi Koko Ardiansyah, ada apa di balik semua ini?”, sudah 1.420 kali tayang. Video yang sama juga viral di akun Twitter makLambeTurah.
Dalam video berdurasi lebih dari dua menit itu, Koko duduk di kursi bersebelahan dengan seseorang yang memegang rokok. Koko mengatakan bahwa dirinya ingin mengklarifikasi semua berita yang viral dan sudah membuat masyarakat bersimpati kepadanya.

“Saya ingin mengklarifikasi bahwa saya di situ hanya sebagai cadangan. Kemarin itu saya sudah tahu bahwa ada yang dikirim ke provinsi, dua orang putra. Yang lulus hanya satu orang, yang satu lagi balik lagi ke kabupaten untuk tugas di kabupaten,” katanya.

Karena dirinya merupakan cadangan kedua, kata dia, maka dirinya yang digantikan oleh perwakilan kabupaten yang gagal dalam seleksi di tingkat provinsi itu. “Jadi saya mengklarifikasi berita yang menambah-nambahkan kalau ibu saya mengutang untuk menjahit baju paskibra, itu bohong,” katanya.

Dia juga meminta maaf kepada Dinas Pemuda dan Olahraga atas berita yang viral tersebut. “Karena saya pun baru tahu ada dua orang yang lolos ke perwakilan kabupaten seleksi di provinsi itu yang jebol hanya satu dan saya sudah ketemu dengan Pak Kadispora bahwasanya yang menggantikan itu adalah yang gagal dalam seleksi paskibra di provinsi,” katanya.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara, Abyadi Siregar mengatakan, yang paling mendesak dilakukan sekarang ini adalah meminta pemerintah, baik pusat maupun Pemkab Labuhanbatu agar memastikan Koko Ardiansyah tetap ikut sebagai Paskibraka dalam upacara peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI.

ertimbangannya, kata dia, Koko sebetulnya sudah lulus sebagai Paskibra kabupaten meski statusnya diposisikan sebagai cadangan. Meski diposisikan sebagai cadangan, itu berarti kemampuan skil, fisik, kompetensi dan keterampilan Koko sudah memenuhi standar. “Masalah ini sudah menjadi isu nasional dan menjadi perhatian publik yang begitu luas,” katanya.

Menurutnya, hal ini adalah langkah antisipatif agar tidak berdampak negatif terhadap mentalitas Koko sebagai seorang anak. Terlebih, sudah begitu banyak perhatian publik kepada kasus ini. Pihaknya mengapresiasi respon cepat Kemenpora menyikapi kasus ini dengan melakukan komunikasi langsung kepada Koko dalam rangka mencari solusi.

“Meminta Kemenpora tidak membiarkan masalah ini berlalu dengan begitu saja, tanpa ada langkah pengusutan. Terkait dalam rekrutmen calon Paskibraka, agar tidak terulang lagi di Indonesia,” katanya kemarin, Kamis (15/8).

Menurutnya, dugaan keterlibatan bupati dalam dugaan kecurangan dalam proses rekrutmen Paskibraka di Labuhanbatu itu juga harus ditindaklanjuti. Dengan demikian, hal itu bisa menjadi pelajaran bagi seluruh kepala daerah atau pemilik kuasa lainnya untuk tidak melakukan kekuasaannya sewenang-wenang di berbagai hal.

“Melakukan kontrol yang ketat terhadap setiap proses rekrutmen paskibraka di seluruh Indonesia. Kita juga meminta agar semua kepala daerah atau pemilik kuasa lainnya, jangan sesuka hatinya dalam mengambil keputusan dengan mengabaikan mekanisme dan prosedur yang diatur dalam peraturan perundang-undangan,” katanya. (KRO/RD/KOM)