Diduga Serobot Akses Jalan, Warga Geruduk PT STTC

by -85 views

RADARINDO.co.id – BELAWAN : Meskipun telah menguasai lahan dan melakukan aktivitas penimbunan, PT Sumatra Tobacco Trading Company (STTC) yang telah menyerobot akses jalan kembali digugat masyarakat.

Pasalnya, perusahaan yang bergerak di bidang rokok ini telah menutup jalan warga yang memiliki lahan seluas 3 hektare di belakang lahan milik PT STTC yang beralamat di Jalan Raya Pelabuhan Belawan, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan. Warga yang kesal mendatangi lahan untuk mendesak agar STTC untuk membuka jalan tersebut.

Seorang warga, Risma br Hutapea, Senin (12/8) sore mengaku, ada 25 warga memiliki lahan seluas 25 hektare di belakang lahan STTC. Lahan itu mereka gunakan untuk bertambak. Awalnya lahan itu mereka beli pada tahun 1996 dengan surat SK Lurah Bagan Deli.

Berdasarkan surat itu, akses untuk masuk ke tambak di sisi lahan milik PT STTC, namun belakangan akses jalan itu telah ditutup perusahaan tersebut.

“Kami selama ini sudah mempertanyakan ke perusahaan itu, tapi tidak ada tanggapan. Bahkan masalah ini sudah kami laporkan ke Ombusdman perwakilan Sumatera Utara. Karena tidak ada solusi, rencananya saya bersama teman lain akan melakukan gugatan ke pengadilan,” ucap Risma.

Wanita yang memiliki sebahagian lahan di areal itu, sebelumnya sudah membuka pintu masuk, namun kasus itu malah menjerat beberapa ke jalur hukum. Karena sampai saat ini belum ada juga pertanggungjawaban dari perusahaan yang telah menutup akses jalan tersebut.

“Kami warga merasa dirugikan. Kami punya surat sah, kenapa hak kami untuk jalan ke tambak ditutup. Harapan kami, Camat Medan Belawan untuk berperan menyelesaikan masalah ini, sebelum kami menggugat perusahaan itu. Lihat sekarang ini, kami tidak bisa ke tambak,” kesal wanita berusia 48 tahun ini di hadapan warga lainnya.

Menurut Risma, mereka hanya ingin akses jalan yang selama ini ada, agar dibuka kembali oleh perusahaan. Bila itu tidak dipenuhi, mereka telah menguasakan masalah itu ke pengacara. (KRO/RD/WPD)