Jalan Menuju Kawasan Danau Toba Macet 8 Jam

by -260 views

RADARINDO.co.id – SIMALUNGUN : Akses jalan dari Kota Pematangsiantar menuju daerah kawasan Danau Toba terganggu selama sekitar 8 jam, setelah truk pengangkut pupuk terberam di pinggiran Jalan Siantar-Parapat.

Truk pengangkut pupuk bernomor polisi BK 8083 CI itu terberam di bahu badan jalan, tepatnya di Dusun Marihat Huta Nagori Dolok Parmo­nangan, Kecamatan Dolok Panribuan Ka­bupaten Simalungun, Rabu (7/8) dinihari.

Truk tersebut terberam akibat menghindari adanya truk pengangkut pupuk lainnya, bernomor polisi BL 8789 AO, yang parkir karena rusak tapi tidak memasang rambu. Hal ini disampaikan sopir truk BK 8083 CI, Beresman Manurung, yang ditemui di lokasi kejadian.

“Truk ini tadi rusak (menunjuk ke arah truk BL 8789 AO) disitu, gak ada dibuat tanda-tanda, terpaksa banting stir ke beram jalan,” ujar Be­res­man warga Porsea Kabupaten To­ba Samosir (Tobasa), yang menga­ku mengangkut pupuk dari Belawan dan akan diturunkan di Siborong-borong Tapanuli Utara.

Meski truknya sudah terberam di sebelah kanan ruas jalan, kata Beresman, awalnya belum menggang­gu ke­lancaran arus lalulintas. Arus lalulintas mulai terganggu setelah ada truk lain­nya, BK 9988 ER yang juga mengang­­kut pupuk, melintasi jalur kiri jalan namun kemudian terberam karena mengambil jalan terlalu ke kiri.

Arus lalu lintas mulai lancar dengan sistem buka tutup, setelah truk BK 9988 ER berhasil dievakuasi dari lo­kasi sekira pukul 10.30 WIB. Hal ini di­akui Kasat Lantas Polres Simalu­ngun, AKP Hendri Barus yang langsung terjun ke lokasi kejadian setelah mendapat informasi adanya kejadian tersebut sekira pukul 05.00 WIB.

“Kendaraan yang sudah kita tarik tadi itu tidak sabar untuk mendahului, sehingga ikut ambles (terberam), dua-duanya terperangkap, kepala berputar, sehingga tak bisa jalan lagi,” tutur Hen­dri yang langsung menurunkan personelnya dari Pos Polisi Balata sete­lah mendapatkan informasi keja­dian itu dari masyarakat.

Sementara menunggu alat berat, kata Hendri, pihaknya langsung berupaya melihat jalan alternatif yang bisa digunakan, dan selanjutnya untuk alat berat pihaknya berkoordinasi dengan PT TPL dan Bumi Karsa.

“Pihak PT TPL sudah secara sigap mem­­bantu untuk penarikan mobil. Ini kita lihat ada alat beratnya, dikerahkan un­tuk menarik kendaraan pertama yang sudah kita derek, sehingga arus lalin bisa buka-tutup sementara me­nunggu penarikan kendaraan yang kedua ini,” ujar Hendri yang berterima­kasih kepada PT TPL.

Disinggung mengenai panjangnya antrean kendaraan yang terjadi akibat peristiwa itu, Hendri memperkirakan sekitar 5 kilometer. “Kalau kita pantau tadi, yang dari Siantar, kurang lebih 5 kilo. Kalau yang dari Parapat tidak ter­lalu panjang, karena tadi jalannya langsung dialihkan, dari Simarja­runjung,” ungkapnya. (KRO/RD/ANS)