Empat Bocah di Labura Tewas Tertimbun Saat Cari Ikan

Empat Bocah di Labura Tewas Tertimbun Saat Cari Ikan

RADARINDO.co.id – AEKKANOPAN : Empat orang anak tewas tertimbun reruntuhan dinding batu penahan titi saat mencari ikan di Desa Seiraja, Ke­ca­matan Na IX-X, Labuhanbatu Utara, Senin (5/8) sore. Keterangan yang dihimpun, sudah menjadi kebiasaan anak-anak di desa ini bila musim kemarau men­cari ikan di parit dengan cara mengkuras airnya.

Tujuh anak usai pulang sekolah sepakat untuk mencari ikan di paret bawah titi. Empat orang turun ke dalam parit di bawah titi langsung membuat benteng tanah dan mengkuras air. Tidak berapa lama menguras air, terdengar suara seperti benda jatuh, ternyata dinding batu buatan tahun 1990-an itu runtuh dan menimbun tubuh mungil keempat anak. Saat itu masih sempat terdengar suara mereka meminta tolong.

Melihat kejadian tersebut, ketiga kawannya yang berada di atas berlarian meminta tolong, berketepatan lokasi terjadinya kecelakaan ini berada diper­tengahan pemukiman penduduk. Lang­sung saja bantuan dari warga berda­tangan, bahkan dari Polsek Na IX-X dan dari BPBD Labura langsung ke TKP.

Di­duga kuat bahwa banyaknya orang yang mau menolong korban yang tertim­bun di dalam paret membuat air yang seha­rusnya dibendung tidak masuk malah masuk ke tempat si anak tertim­bun.

Sampai sore hari barulah evakuasi terhadap keempat anak tersebut dapat berhasil dilakukan, namun sayangnya keempat nyawa mereka tidak dapat ditolong. Keempat anak yang tewas akibat ambruknya dinding penahan titi tersebut adalah Pirdana Arya Sandi (15), Iqbal Nico Cahyo Dwi (7), Apriansah alias Upin (10), Raihan Parada Siregar (11). Sedangkan yang berada di atas dan selamat Gendon (12), Ilham (9), dan Anzas (13).

Kades Seiraja, Heri Sahrizal Siregar mengatakan, lokasi parit di bawah titi itu ka­lau musim kemarau selalu menjadi tem­pat mencari ikan. Airnya tidak deras, namun karena diduga bangunan ini sudah tua dan selalu dikuras, maka bangunan itu runtuh.

Usai evakuasi, informasi simpang siur mengatakan bahwa masih ada korban di dalam, untuk memastikannya maka titi yang menghubungkan jalan desa ini dibongkar pakai alat berat beko, namun ternyata tidak ada lagi korban. “Kita sudah laporkan ke bupati masalah titi ini mohon agar secepatnya dibangun,” tegasnya.

Kades yang baru beberapa bulan dilantik ini mengatakan sudah sepakat de­­ngan keluarga korban bahwa tiga orang anak yang masih ada hubungan saudara dijadikan satu kuburannya dan yang satunya lagi beda dusun dima­kamkan menunggu kedatangan ibunya dari Aceh. (KRO/RD/ans)

 

Koran Radar

KORAN RADARONLINE KR TV hadir sebagai media online dengan konten berita dan informasi terkini. KORAN RADARONLINE KR TV “Penyambung Lidah Rakyat” membangun eksistensi dan jaringan berita “Terkini dan Terpecaya”, dari berbagai sumber Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun swasta.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com