Sonifati Mendrofa Laporkan Kasek Bersama Pengurus Komite SMKN 2 Gunungsitoli Ke Polres Nias

by -1,865 views

RADARINDO.co.id-Gunungsitoli: Sonifati Mendrofa alias Ama Ana Mendrofa selaku orang tua dari salah satu siswi SMKN 2 Gunungsitoli Anaria Mendrofa (16) korban penahanan rapor oleh pihak sekolah, melaporkan oknum kasek SMKN 2 Gunungsitoli dan pengurus Komite disekolah itu diantaranya Ketua Komite, sekretaris komite dan bendahara ke Polres Nias dan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara c/q kepala UPTD Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Kota Gunungsitoli.

Laporan tertulis tertanggal, 02 Agustus 2019, perihal Laporan tentang penyalahgunaan dana komite sekolah di SMKN 2 Gunungsitoli dan rangkap jabatan dengan tembusan Menteri Pendidikan di Jakarta dan Ketua Ombudsman RI Provinsi Sumatera Utara di Medan dan langsung diantarkan oleh Sonifati Mendrofa yang didampingi oleh beberapa LSM dan Wartawan kepada Kapolres Nias, Jumat (02/08/2018) sore dan langsung diterima oleh Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK,MH.

Dalam surat laporan tersebut dijelaskan antara lain:

1. SMKN 2 Gunungsitoli yang dipimpin oleh kasek T.D bersama dengan pengurus komite sekolah telah menetapkan nilai yang harus dibayar oleh orang tua siswa sebesar Rp60.000/bulan setiap siswa.

2. Pembayaran uang pungutan tersebut telah ditetapkan oleh pihak sekolah dan pengurus komite, sehingga dengan belum membayarnya pada waktu yang telah ditentukan maka berujung dengan penahanan rapor siswi atas nama Anaria Mendrofal anak dari Sonifati Mendrofa, selanjutnya pada hari Senin,22 Juli 2019 Sonifati Mendrofa datang ke sekolah untuk mengambil rapor anaknya di sekolah tersebut namun Oknum bendahara A.T memaksa Sonifati Mendrofa untuk melunasi uang komite tersebut dan bertindak arogan serta melontarkan kata-kata kotor dan tidak mau memberikan rapor anaknya tersebut.

3. RABS komite SMKN 2 Gunungsitoli TP 2018/2019 ditemukan beberapa kejanggalan bahwa penggunaan uang komite atau sumbangan orang tua yaitu bantuan insentif jabatan kasek, Wakasek, walikelas, ketua program studi, koordinator (Pramuka,BAS, Adiwiyata dan perpustakaan) dan sebagainya.

Lebih jauh dijelaskan dalam surat laporan tersebut, bahwa selain pungutan uang komite juga pihak sekolah SMKN 2 Gunungsitoli melalui oknum bendahara 2 Komite, melakukan pengadaan baju seragam kejuruan siswa/i dengan harga yang sangat jauh berbeda, dimana pihak sekolah meminta kepada siswa Rp285.000 sedangkan saat ditanyakan kepada tukang jahit yang menangani diketahui sebesar cuman Rp250.000.

Selanjutnya oknum bendahara 2 Komite SMKN 2 Gunungsitoli diketahui bahwa juga sebagai KTU disekolah tersebut dan juga sebagai Kepala Desa defenitif, sehingga sangat bertentangan dengan Permendikbud No 75 Tahun 2016 tentang Komite sekolah pada pasal 4 ayat 3.

Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK,MH yang menerima surat laporan tersebut sangat menyambut baik dan berjanji akan menindak lanjuti dan akan memanggil para yang bersangkutan.

Selain surat laporan tertulis yang diserahkan Sonifati Mendrofa juga dilampirkan video visual dan RAPBS SMKN 2 Gunungsitoli.

Sonifati Mendrofa seusai menyerahkan laporan nya, kepada sejumlah wartawan mengatakan Kita membuat laporan pengaduan berdasarkan peraturan yang berlaku.

“Saya melaporkan para oknum ini sesuai peraturan pemerintah nomor 40 tahun 2008, peraturan pemerintah nomor 53 tahun 2010, UU nomor 20 tahun 2003 dan Permendikbud nomor 75 tahun 2016, ditambah lagi atas penahanan rapor anak saya Minggu lalu, sehingga anak saya merasa dirugikan beberapa hari tidak masuk sekolah, dan pernah datang disekolah untuk mengambil rapor anak saya tersebut dan kasek menyuruh saya untuk langsung menemui oknum bendahara, namun saat itu oknum bendahara tidak memberikan nya sebelum saya melunasi uang komite sebesar Rp360.000, bahkan dia sangat arogan dan menyampaikan kata yang kurang senonoh dan jelas ada bukti videonya.

“Dengan kita buat laporan ini, Kita berharap Kapolres Nias dapat menindaklanjuti laporan saya ini dan memproses para terlapor sesuai dengan hukum yang berlaku di NKRI. Harapnya mengakhiri. (KRO/Nias/Toro Har)