Ratusan “Bangkai” Bus TransJakarta Jadi Target Pencurian, Sejumlah Suku Cadang Raib

Ratusan “Bangkai” Bus TransJakarta Jadi Target Pencurian, Sejumlah Suku Cadang Raib

RADARINDO.co.id – JAKARTA : Ratusan bus TransJakarta diletakkan begitu saja di sebuah lahan kosong di Jalan Nusantara II, Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Kini, bus yang diperkirakan mencapai sekitar 300 unit itu, tak hanya terbengkalai saja, namun juga menjadi incaran pelaku pencurian. Hal itu dibuktikan dari hilangnya sejumlah suku cadang bus-bus tersebut.

Ratusan armada yang didominasi warna oranye dan merah ini berjejer agak rapi dengan badannya yang terselimuti ilalang. Seluruh bus di bagian depan tertempel stiker berwarna dasar hijau. Pada stiker itu tertulis “Budel Pailit PT Putera Adi Karyajaya (Dalam Pailit) Sesuai Putusan Perkara NO.21/PDT.SUS-PAILIT/2018/PN.NIAGA.JKT.PST, Tertanggal 20 September 2018 Dalam Pengawasan Kurator Dan Pengadilan Niaga Pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat”.

Bus-bus yang kondisinya mengenaskan ini, jelas tak bakal terpakai lagi. Sudut-sudut bus banyak yang berkarat, usang, dan rusak. Kaca di beberapa bagian banyak yang sudah pecah. Pun demikian dengan bodi bus, tak sedikit komponennya yang sudah tak ada. “Tapi (mesin) masih ada yang bisa hidup,” kata Ahmad Abdullah, dilansir dari CNNIndonesia.com, Rabu (31/7).

Pria yang akrab disapa Abdul itu merupakan pemilik warung di sekitar lokasi, dan juga merupakan orang yang diminta untuk menjaga lahan ‘kuburan’ ratusan bus TransJakarta ini. Sebagaimana terpampang di tembok, lahan ini dalam Pengawasan Kantor Advokat & Kurator Lumban Tobing dan Rekan.

Dia tak bisa bicara detail mengenai onggokan 300 bus yang disiapkan untuk moda transportasi di Jakarta tersebut. Yang jelas, dia sudah menjaga lahan ini sejak tiga tahun silam. Dia menyebut pemilik lahan bernama Sugianto.

“Tidak tahu saya (pemilik 300 bus ini). Saya cuma dipesankan untuk menjaga lahan dari yang punya lahan, selebihnya silahkan tanya kurator saja ya,” ucapnya.

Bus-bus ini mulai ‘dikubur’ di sini sejak tahun lalu. Sebagian besar bus-bus ini dibawa dengan cara diderek oleh tiga hingga lima orang. Sehari mereka mengirim tiga unit. Biasanya mereka membawa bus ini pada malam hari.

Semakin hari, kian banyak bus yang dibawa ke sini. Abdul mengakui pengiriman bus ini memang dicicil per hari hingga kini berjumlah sekitar 300 unit. “Terakhir pengiriman itu pas bulan puasa kemarin. Kalau ditotal ada 300 unit,” kata Abdul. (KRO/RD/Cnn)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com