Puluhan Orang Tua Siswa SD 091540 Huta Bayu Raja Tolak Isi Surat Edaran Bupati Simalungun

by -125 views

RADARINDO.co.id– Simalungun: Kinerja bupati Simalungun kembali menjadi “buah bibir”. Masih segar dalam ingat warga khususnya para guru. Terjait
Pemberhentian guru sebanyak 1.695 orang guru non sarjana, se-kabupaten Simalungun yang dilakukan Bupati Simalungun JR. Saragih kini menjadi polemik ditengah tengah wali/orang tua murid terutama dalam jajaran dinas pendidikan kabupaten Simalungun.

Hal tersebut dapat dilihat di salah satu Sekolah Dasar Negeri 091540 kecamatan Huta Bayu raja, yang mana pihak kepala sekolah mengadakan rapat dengan para wali/orang tua muridnya.

Dalam rapat tersebut hadir memenuhi undangan wali/orang tua murid, para guru dan komite sekolah serta pangulu Bosar Bayu kecamatan Huta Bayu raja. Acara rapat tersebut membahas adanya surat edaran yang datang dari Pemerintahan Kabupaten Simalungun Dinas Pendidikan Nomor : 420/2155/4.4.3/Disdik -2019, yang mana menuangkan bahwa satuan pendidikan agar merencanakan /melaksanakan kegiatan rapat dengan orang tua siswa, dalam rangka pemaparan program kerja satuan pendidikan tahun pelajaran 2019/2020 sekaligus meminta dukungan orang tua /masyarakat dalam bentuk suka rela untuk memberikan bantuan membayar gaji guru.

Dalam pembahasan tersebut puluhan wali/orang tua murid yang hadir sangat menolak kebijakan Pemerintahan Kabupaten Simalungun Dinas Pendidikan kabupaten Simalungun. Karena menurut mereka kebijakan yang di keluarkan tidak sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku di Republik Indonesia.

Dalam pantauan radarindo.co.id bahwa sebelumnya Sekolah Dasar Negri 091540 mempunyai 7 orang guru ( 6 orang guru pengajar dan 1 orang guru agama). Dari penonaktifan 1.695 orang guru non sarjana yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun Dinas Pendidikan sangat berdampak besar untuk sekolah Negeri 091540. Dimana proses belajar mengajar jadi sangat terganggu karena kurangnya guru pendidik disekolah. Yang sebelumnya 7 orang guru kini menjadi 4 orang guru.

Adapun beberapa guru yang tidak memenuhi persyaratan /non sarjana adalah 1. Lenta Damanik (guru klas lll ) 2. Leminar Sinaga (guru kls V) dan untuk guru kls IV sudah memasuki masa pensiun.

Terlihat dari papan nama – nama guru pengajar di SDN 091540 Seorang guru kelas III Lenta Damanik sekitaran 3 tahun lagi akan pensiun dari guru. tapi karena kebijakan ini harus mempunyai gelar setara 1 sehingga Lenta Damanik harus diberhentikan sebagai pengajar.

Sesuatu hal yang tidak masuk akal, kenapa tidak dari mulai jadi Bupati dulu kebijakan ini dibuat oleh JR Saragih.
Hingga berita ini dilansir, Bupati Simalungun, JR Saragih belum dapat dikonfirnasi, Jumat (26/07/2019) siang. (KRO/Simak/Rud)